Repelita [Jakarta] - Prosesi adat yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo saat menginjakkan kaki di kepala kerbau di Lampung dipastikan murni sebagai bagian dari tradisi, tanpa ada muatan politik tertentu.
Pengamat komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga, menjelaskan bahwa simbolisme tersebut jauh dari upaya untuk menyindir pihak manapun, termasuk PDI Perjuangan.
ADVERTISEMENT
Dalam perspektif adat Lampung, kepala dan tanduk kerbau merepresentasikan kemakmuran, kekuatan, serta penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai leluhur.
Jokowi menginjakkan kaki di kepala kerbau yang merupakan bagian dari prosesi pemberian gelar adat Lampung. Hal yang dilakukan dimaksudkan diantaranya untuk menghilangkan sifat buruk dan kesiapan untuk mengayomi masyarakat di bawah naungan adat, ujar Jamiluddin, Selasa (30/6/2026).
Jamiluddin menekankan bahwa ritual tersebut merupakan syarat mutlak dalam memberikan legitimasi bagi seseorang yang diangkat menjadi pemimpin atau penyeimbang adat setempat.
Tindakan tersebut sepenuhnya mengikuti kaidah budaya yang ada dan tidak memiliki kaitan langsung dengan ketegangan politik nasional yang tengah berlangsung.
Jadi, Jokowi menginjakkan kaki di kepala kerbau tidak ada kaitannya dengan perseteruannya dengan PDIP. Bahkan jauh dari keinginan Jokowi untuk membuka perang terbuka dengan PDIP, tegasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok