Berita, Viral Sosmed

Ibu Korban Pertanyakan Racun Ikan, Ginjal Anak Bermasalah Usai Dugaan Keracunan MBG di Berastagi

Repelita.net

07 September 2026 23:49 WIB • 538 view

Ibu Korban Pertanyakan Racun Ikan, Ginjal Anak Bermasalah Usai Dugaan Keracunan MBG di Berastagi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keluhan seorang ibu terkait kondisi kesehatan anaknya setelah diduga mengalami keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Berastagi menjadi perhatian di media sosial.

Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan akun @regar_op0sisi pada 7 September 2026 dengan menyertakan video yang memperlihatkan pernyataan ibu dari salah satu korban.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan itu, sang ibu mempertanyakan jenis racun yang disebut terdeteksi pada ikan yang dikonsumsi anaknya dan mengaitkannya dengan gangguan pada fungsi ginjal.

Pernyataan tersebut ditulis sebagai berikut:

“Racun apa yg terdeteksi dalam ikan yg dimakan anak saya,sehingga membuat ginjalnya jadi bermasalah. Ibu dari korban keracunan MBG di SMA negeri 1 Berastagi.”

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian cukup besar dan tercatat telah ditonton sebanyak 9.857 kali pada saat informasi itu ditampilkan di media sosial.

Sejumlah pengguna kemudian menyampaikan dukungan kepada keluarga korban sekaligus mendorong agar persoalan tersebut ditangani melalui jalur hukum apabila memang ditemukan pelanggaran.

Akun @latenight_now menanggapi dengan meminta keluarga korban mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak SPPG apabila gangguan ginjal tersebut terbukti berkaitan dengan makanan yang diberikan.

Komentarnya berbunyi:

“Ibu, kalo anak ibu kena ginjalnya, Ibu saya dukung tuntut langkah hukum kepada SPPG tersebut. Kalo sampe ginjal kena, itu bukan soal minta maaf. Itu hal serious Bu! Kepala BGN jg katanya mau tuntut hukum SPPG. Lapor aja Bu! Kami dukung!”

Komentar lain datang dari akun @X12_PowerPirate yang menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi anak korban sekaligus mengkritik program tersebut.

Ia menulis:

“Ikut berbelasungkawa dan prihatin terhadap anak si ibu dari awal tidak pernah mendukung program yang memperkaya pejabat dan antek-anteknya”

Perbincangan juga berkembang setelah akun @racunshopee18_ mengaitkan kondisi tersebut dengan pernyataan yang disebutnya pernah disampaikan oleh seorang pemimpin.

Akun tersebut menulis:

“Sedangkan di sisi lain pemimpinnya malah bilang "sakit perut biasa"”

Akun @dani_wieldant kemudian turut memberikan komentar dengan merujuk pada pernyataan yang disebutnya berkaitan dengan sakit perut dan kebersihan tangan.

Komentarnya berbunyi:

“Kata wowo sakit perut biasa krna ga cuci tangan”

Sorotan terhadap tanggung jawab pemerintah juga muncul dari akun @AtengMemey55373 yang menuliskan:

“Mana tanggung presiden omon omon prabowo”

Sementara itu, akun @MbahAryoS059 mempertanyakan kemungkinan pertanggungjawaban hukum bagi pengelola SPPG apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Ia menulis:

“ini bisa di penjara nggak sik Pengelola SPPG nya ? seriusan nanya... klo tidak ada penegakan hukum yg berkeadilan di situ PASTI TERULANG LAGI LAGI DAN LAGI”

Komentar bernada kecewa juga disampaikan akun @kyungmi____ yang kembali menyinggung pernyataan mengenai sakit perut biasa.

Ia menulis:

“kek gini masih dibilang sakit perut biasa sama presdiennya 😭😭 anjj”

Akun @InterQomink menyampaikan rasa prihatin setelah melihat keluhan orang tua korban yang dikaitkan dengan dugaan keracunan MBG.

Komentarnya berbunyi:

“Sedih mendengar curhatan ortu dari anak yg keracunan MBG..😭”

Selain itu, akun @ShandyHarahap memberikan komentar yang menyoroti persoalan keuntungan dalam bisnis dan mempertanyakan dampaknya terhadap keselamatan manusia.

Ia menulis:

“Bisnis itu emang kejam. Nyawa pun dikorbankan demi cuan.”

Akun @Mang_Gondrongg juga mengaku merasa terkejut setelah mendengar cerita tersebut dan menuliskan:

“Ajg, merinding gue dengernya cog”

Rangkaian unggahan dan komentar tersebut memperlihatkan keresahan pengguna media sosial terhadap dugaan persoalan kesehatan yang dialami anak setelah mengonsumsi makanan MBG.

Meski demikian, klaim mengenai jenis racun pada ikan, hubungan langsung dengan gangguan ginjal, serta penyebab kondisi kesehatan korban masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Kasus tersebut juga menimbulkan tuntutan agar setiap dugaan keracunan dalam pelaksanaan MBG ditelusuri secara menyeluruh, termasuk mengenai bahan makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan terhadap SPPG yang terlibat.(*)Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung