Berita, Nasional

Hikmahanto Juwana Nilai Langkah Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan AS Sangat Tepat di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel

Repelita.net

04 April 2026 17:02 WIB • 1,123 view

Hikmahanto Juwana Nilai Langkah Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan AS Sangat Tepat di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dunia internasional kembali berhadapan dengan peningkatan ketegangan geopolitik yang serius menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di satu pihak melawan Iran di pihak lain.

Dampak dari ketegangan ini tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga telah memicu kekhawatiran global yang meluas terkait stabilitas keamanan serta kelangsungan perdamaian dunia.

ADVERTISEMENT

Di tengah situasi yang memanas tersebut, Amerika Serikat menggagas pembentukan sebuah wadah organisasi internasional baru yang dinamakan Board of Peace.

Organisasi ini dirancang dengan tujuan utama untuk meredam konflik bersenjata serta mendorong terlaksananya dialog damai di antara semua pihak yang sedang terlibat pertikaian.

Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut bergabung dalam forum perdamaian tersebut, menunjukkan komitmennya di kancah internasional.

Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Profesor Hikmahanto Juwana, menilai langkah pemerintah Indonesia ini sebagai sebuah keputusan yang sangat tepat dan strategis.

Menurut pandangan akademisi tersebut, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace menunjukkan komitmen nyata dan konsisten dalam menjaga perdamaian dunia di tengah gejolak konflik global.

“Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace adalah langkah yang sangat tepat, karena menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai,” ujar Profesor Hikmahanto.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki kepentingan moral sekaligus kepentingan politik yang kuat dalam upaya meredakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Hal ini tidak terlepas dari adanya kedekatan historis dan ikatan emosional yang mendalam antara masyarakat Indonesia dengan negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah.

“Mayoritas masyarakat Indonesia beragama Muslim, sama seperti sebagian besar masyarakat di Timur Tengah. Ini membuat Indonesia memiliki kedekatan emosional yang kuat, sehingga wajar jika Indonesia ingin berperan aktif dalam menciptakan perdamaian di kawasan tersebut,” jelasnya lebih lanjut.

Profesor Hikmahanto juga menekankan bahwa kehadiran Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace dapat memperkuat posisi diplomasi Indonesia di panggung global.

Indonesia selama ini dikenal luas sebagai negara yang mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada perdamaian.

“Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang mengedepankan prinsip bebas aktif. Bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace menjadi bagian dari implementasi nyata prinsip tersebut,” tegasnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan dengan serius bahwa tantangan yang akan dihadapi ke depan tidaklah mudah dan penuh dengan rintangan.

Konflik yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, baik dari segi politik, militer, maupun ideologi.

“Indonesia perlu memainkan peran secara hati-hati dan konstruktif. Diplomasi harus dikedepankan, dan Indonesia harus mampu menjadi jembatan komunikasi di antara pihak-pihak yang bertikai,” tambah Profesor Hikmahanto.

Dengan bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace, diharapkan kontribusi nyata dapat diberikan untuk meredakan ketegangan serta mendorong terciptanya solusi damai yang berkelanjutan di Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung