Berita, Nasional

[HEBOH] Rektor Unpad Bantah Isu Mahasiswa Baru Depresi dan Mogok Kuliah Seusai Viral Bersama Dedi Mulyadi

Repelita.net

21 August 2026 21:39 WIB • 518 view

[HEBOH] Rektor Unpad Bantah Isu Mahasiswa Baru Depresi dan Mogok Kuliah Seusai Viral Bersama Dedi Mulyadi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Percakapan antara seorang mahasiswa baru Universitas Padjadjaran berinisial K dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendadak tular di media sosial.

Momen tersebut mengemuka saat K menghadiri agenda kuliah umum yang menghadirkan Dedi Mulyadi sebagai penceramah utama.

ADVERTISEMENT

Pada sesi diskusi, Dedi meminta beberapa peserta maju ke panggung hingga berlanjut ke dialog personal bersama K.

Pertanyaan Dedi mengenai keberadaan sang ayah mengungkap fakta bahwa K merupakan anak dari keluarga korban perpisahan orang tua.

Buntut dari kepopuleran rekaman video tersebut, muncul kabar bahwa K mengalami depresi berat hingga enggan melanjutkan perkuliahan akibat malu.

Rektor Unpad Prof. dr. Arief Kartasasmita menepis Isu mengenai gangguan psikologis yang menimpa anak didik di kampusnya tersebut.

Arief menegaskan bahwa K saat ini berada dalam keadaan stabil dan tetap menjalankan aktivitas akademik seperti biasa.

"Gak ada apa-apa, kuliahnya sih baik-baik saja, dia enggak ada apa-apa, justru saya ingin tidak memperbesar ini menjadi masalah yang lebih luas, karena kasihan pada anaknya," kata Arief saat ditemui di Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis, 20 Agustus 2026.

"Jadi, prinsipnya konteksnya semua sudah terkontrol, gak ada masalah apa-apa," lanjutnya.

Pengawasan ketat menurut Arief terus dilakukan pihak rektorat terhadap dinamika yang dialami seluruh civitas akademika.

Kepastian kondisi K yang dalam keadaan aman telah dikonfirmasi langsung melalui interaksi internal kampus.

"Sebetulnya tidak hanya masalah anak ini, semua anak kalau ada permasalahan kuliah tentu akan kami tangani, kami beri pendampingan, tapi saya sudah bertemu, kita tanya betul-betul ada gak depresi, gak ada depresi," ungkapnya.

Lembaga kampus juga berkomitmen membantu menjembatani keretakan hubungan keluarga yang dialami oleh mahasiswa FISIP tersebut.

Dukungan serupa diberikan kepada seluruh mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi maupun konflik domestik.

"Kami punya banyak sekali mahasiswa yang ada permasalahan dengan keluarga, baik secara ekonomi, secara hubungan dan lain sebagainya. Tentu karena ini mahasiswa kami, tentu kami akan beri pendampingan," tuturnya.

Pihak rektorat menjamin keberlanjutan studi K melalui alokasi bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar dari pemerintah.

"Kuliahnya kalau perlu kami berikan KIP pemerintah dan lain sebagainya. Jadi kami akan mendampingi terus," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung