Repelita Jakarta - Puluhan jamaah umrah asal Indonesia dikabarkan masih tertahan di wilayah Jeddah, Arab Saudi, akibat belum mendapatkan kepastian jadwal kepulangan.
Situasi tersebut mencuat setelah pihak keluarga korban menyuarakan keluh kesah mereka melalui ruang publik digital demi mencari perhatian pihak terkait.
ADVERTISEMENT
Informasi genting ini mulanya disebarkan melalui akun Threads @farhanaziahtravel pada tanggal 5 Oktober 2026.
Melalui unggahan tersebut, pemilik akun meminta bantuan masyarakat luas agar kondisi para jamaah yang telantar segera mendapatkan penanganan serius.
Ia menyebutkan bahwa salah satu anggota keluarganya bersama rombongan jamaah lain belum juga menginjakkan kaki kembali di tanah air hingga saat ini.
Padahal, agenda kepulangan rombongan tersebut semestinya sudah terlaksana sejak tanggal 3 Oktober 2026 yang lalu.
Namun kenyataannya, hingga tanggal 5 Oktober 2026, para jamaah dilaporkan masih tertahan di Jeddah tanpa kejelasan nasib penerbangan.
Persoalan itu kian runyam setelah pihak keluarga mendapati adanya kejanggalan dokumen administrasi perjalanan yang sempat dikirimkan oleh pihak penyelenggara.
Berdasarkan keterangan akun @farhanaziahtravel, mereka sempat menerima bukti tangkapan layar tiket kepulangan tertanggal 3 Oktober yang diduga kuat bermasalah.
"🚨 JAMAAH ASSYIFA TRAVEL BELUM PULANG🚨MOHON BANTU VIRALKAN 🙏Kakak saya bersama jamaah lainnya sampai hari ini masih berada di Jeddah, Arab Saudi, dan belum mendapatkan kepastian tiket untuk kembali ke Indonesia.Seharusnya jamaah pulang tanggal 3 Oktober 2026.Namun sampai hari ini, 5 Oktober 2026,jamaah masih berada di Jeddah.Bahkan sebelumnya kami mendapatkan screenshot tiket untuk keberangkatan tanggal 3 Oktober yang diduga tidak valid."
Tangkapan layar dokumen yang dikirimkan tersebut lantas memicu tanda tanya besar di kalangan keluarga jamaah mengenai legalitasnya.
Pihak keluarga mendesak biro perjalanan yang bersangkutan agar segera memberikan klarifikasi terbuka terkait keabsahan dokumen penerbangan tersebut.
Lebih lanjut, program perjalanan spiritual yang diambil oleh para jamaah ini tercatat menggunakan skema paket Umrah Plus Turki.
Rangkaian ibadah dan wisata religi tersebut dijadwalkan menyasar destinasi populer dunia seperti wilayah Cappadocia di Turki.
Berdasarkan brosur penawaran, keberangkatan rombongan itu dimulai pada tanggal 20 September 2026 dengan durasi total perjalanan selama dua belas hari.
Paket perjalanan tersebut dirancang untuk menampung kapasitas jamaah dalam jumlah besar yang mencapai sekitar dua ratus orang peserta.
Menghadapi situasi yang tidak pasti ini, akun @farhanaziahtravel secara aktif menyerukan aksi solidaritas di media sosial.
Ia memohon kepada warganet agar menyebarluaskan informasi tersebut agar segera menjangkau pihak manajemen biro perjalanan terkait.
"Mohon bantuREPOST / SHARE postingan ini. 🙏Semoga bisa sampai kepada:📌 Pihak As-Syifa Travel📌 Pihak terkait di Indonesia📌 Keluarga jamaah lainnya📌 Siapa pun yang bisa membantumemberikan informasi Kalau ada jamaah atau keluarga jamaah lain yang mengalami kondisi serupa, silakan ikut bersuara dan berbagi informasi.Kami hanya meminta kepastian mengenai kepulangan jamaah dari Jeddah ke Indonesia."
Seruan tersebut juga dibarengi ajakan bagi masyarakat maupun keluarga korban lain yang mengalami nasib serupa untuk berani bersuara.
Pihak keluarga menegaskan bahwa tuntutan utama mereka saat ini bukanlah hal yang muluk-muluk, melainkan kepastian pemulangan jamaah.
Mereka berharap instansi berwenang di tanah air turut memantau kendala operasional yang menimpa penyelenggara perjalanan ibadah umrah ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih terus menanti itikad baik serta langkah konkrit dari pihak agen travel. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok