Berita, Internasional

Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: Ini Perang Bodoh!

Repelita.net

01 April 2026 12:57 WIB • 1,176 view

Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: Ini Perang Bodoh!
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Harga BBM di Amerika Serikat meroket tajam akibat perang Timur Tengah yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran, memicu kemarahan rakyat yang mulai meluapkan kekecewaan mereka kepada Presiden Donald Trump dengan menyebut perang ini sebagai perang bodoh.

Berdasarkan laporan terkini pada Selasa (31/3/2026), tarif bensin di banyak wilayah terpantau merangkak naik hingga menyentuh angka 35 persen, bahkan telah melewati ambang batas psikologis sebesar 4 dolar AS per galon di sejumlah titik pengisian.

ADVERTISEMENT

Fred Koester yang sudah berumur 78 tahun secara terang-terangan melabeli konflik tersebut sebagai peperangan yang bodoh dan tidak diperlukan yang hanya mendatangkan kesialan bagi rakyat Amerika Serikat sendiri.

“Ini konyol. Harganya sangat tinggi. Saya rasa pemerintah tidak tahu apa yang mereka lakukan,” gerutu Joseph Crouch, pria berusia 77 tahun yang kini jarang mengemudi karena merasa tarif bensin sudah berada di luar logika.

Jeanne Williams yang kini berusia 83 tahun merasa sangat terpukul saat melihat angka di papan pom bensin dengan mengatakan bahwa itu mengerikan dan ia hanya merasa bingung, kacau, serta tidak senang karena dana pensiunnya mulai tergerus.

Luis Ramos yang berdomisili di New York City merasa biaya hidup saat ini sudah benar-benar tidak masuk akal, dengan pemuda berusia 26 tahun tersebut menyuarakan keberatannya saat mengisi bahan bakar di wilayah New Jersey.

David Lee yang berprofesi sebagai dokter anestesi memperkirakan adanya pengeluaran ekstra sebesar 10 dolar setiap kali ia mampir ke pom, dan ia melihat rekan-rekannya mulai membatasi intensitas berkendara.

Masyarakat merasa mereka adalah pihak yang paling dirugikan dan harus menanggung beban ekonomi dari keputusan politik luar negeri yang dinilai tidak memiliki arah kebijakan energi yang jelas.

Sejak meletus pada akhir Februari 2026, perseteruan ini telah mengacaukan jalur distribusi energi secara global dengan harga minyak mentah internasional terpantau sudah beberapa kali menembus level di atas 100 dolar AS per barel.

Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home kembali dipopulerkan sebagai solusi untuk mengurangi pergerakan kendaraan pribadi di tengah krisis energi yang merupakan buntut panjang dari peperangan yang terjadi di Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung