Repelita Seoul - Dunia peradilan Korea Selatan dikejutkan dengan kabar duka setelah pimpinan majelis hakim yang menangani perkara banding mantan Ibu Negara ditemukan meninggal dunia.
Jasad hakim yang diketahui bernama Shin Jong-o tersebut ditemukan terbujur kaku di area luar gedung Pengadilan Tinggi Seoul pada hari Rabu tanggal 6 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
Pihak kepolisian melaporkan bahwa penemuan jenazah terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat dengan posisi berada di kompleks luar gedung pengadilan yang berlokasi di ibu kota tersebut.
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara petugas menemukan sebuah memo tulisan tangan di dalam saku pakaian korban yang diduga kuat sebagai surat wasiat atau pesan terakhir.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa isi surat tersebut mengandung ungkapan permohonan maaf meskipun tidak ditemukan adanya poin yang menyinggung jalannya persidangan Kim Keon Hee.
"Polisi tidak mencurigai adanya tindak kejahatan tetapi sedang menyelidiki penyebab pasti kematiannya, dengan mempertimbangkan kemungkinan bahwa ia jatuh hingga tewas," kata pejabat kepolisian sebagaimana dilaporkan Yonhap News.
Otoritas keamanan setempat hingga kini masih terus melakukan pendalaman guna memastikan kronologi sebenarnya di balik peristiwa jatuhnya sang hakim dari ketinggian gedung pengadilan itu.
Hakim Shin Jong-o sendiri memegang peranan vital dalam memimpin jalannya upaya hukum banding terkait skandal korupsi yang menjerat istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol di Pengadilan Tinggi Seoul.
Sebelumnya Kim Keon Hee sempat diputus tidak bersalah oleh pengadilan tingkat pertama pada awal tahun ini yang memicu berbagai polemik di tengah masyarakat Korea Selatan.
Namun situasi berbalik secara signifikan pada bulan lalu setelah majelis hakim pada tingkat banding memutuskan untuk menjatuhkan vonis pidana penjara selama empat tahun kepada dirinya.
Keputusan berat tersebut diambil setelah Kim dinyatakan terbukti secara sah melakukan praktik manipulasi harga saham serta menerima sejumlah gratifikasi berupa barang mewah dari pihak gereja unifikasi.
Kejadian tragis yang menimpa sang hakim ketua ini terjadi di tengah sorotan publik yang masih sangat tajam terhadap kelanjutan kasus hukum yang melibatkan keluarga inti mantan penguasa tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok