Berita, Nasional

Gelombang Unjuk Rasa Mahasiswa Desak Perbaikan Ekonomi dan Penanganan Karhutla Meluas di Berbagai Kota

Repelita.net

28 October 2026 23:25 WIB • 86 view

Gelombang Unjuk Rasa Mahasiswa Desak Perbaikan Ekonomi dan Penanganan Karhutla Meluas di Berbagai Kota
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Eskalasi pergerakan massa yang dimotori oleh aliansi mahasiswa lintas universitas meluas hingga ke berbagai wilayah di Indonesia pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2026 malam.

Kawasan Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat menjadi salah satu episentrum konsolidasi massa yang menuntut reformasi kebijakan tata kelola ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan laporan visual dari kanal YouTube Massa Demo di Jakarta Bubarkan Diri, Mahasiswa di Palembang Dirikan Tenda di Kantor Gubernur, ribuan pendemo bertahan memadati badan jalan hingga pukul 19.00 WIB.

Pengunjuk rasa terus berupaya merapatkan barisan guna mendesak barikade pengamanan berlapis yang dijaga ketat oleh personel kepolisian gabungan.

Massa aksi secara konsisten menyuarakan lima poin tuntutan strategis, termasuk desakan penanganan krisis lingkungan ekologis serta efisiensi anggaran negara.

Para mahasiswa memprotes alokasi pengeluaran fiskal berkedok program populis yang dinilai memicu pemborosan APBN tanpa kontribusi nilai tambah ekonomi.

Di bawah guyuran hujan deras, para partisipan aksi bertajuk Indonesia Sadar tersebut akhirnya mulai membubarkan diri secara teratur sekitar pukul 19.20 WIB.

Jurnalis lapangan Alfania Risky mengonfirmasi bahwa pascapembubaran massa, situasi arus lalu lintas di arteri Sudirman kembali berjalan lancar dan kondusif.

Dinamika pengamanan di ibu kota melibatkan pengawalan ketat demi memastikan seluruh aspirasi tersampaikan dengan mengedepankan koridor ketertiban umum.

Kapolri Jenderal Polisi Sujudi Ario mengimbau agar seluruh kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tetap berjalan damai tanpa tindakan anarkistis.

Sujudi Ario memberikan maklumat resmi secara langsung yang berbunyi kita tetap mengedepankan upaya yang humanis ya kan tetap melakukan upaya preventif preemtif kepolisian dan juga tentunya kita akan tetap menghargai ee segala penyampaian di muka umum dan kami berpesan ee tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis.

Sementara itu, gejolak unjuk rasa di wilayah Yogyakarta yang berlangsung hingga Rabu malam sempat diwarnai gesekan fisik dengan petugas di lapangan.

Aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan pembubaran massa di depan kantor Kepatihan demi mengantisipasi potensi gangguan keamanan objek vital.

Para pengendara dan pengguna jalan juga diimbau untuk menghindari akses lintasan utama di kawasan Jalan Malioboro selama proses sterilisasi area.

Aksi serupa turut berkobar di Gladak jantung Kota Solo Jawa Tengah, di mana mahasiswa menggelar teatrikal kritis menuntut pembenahan kinerja kabinet.

Terdapat tiga tuntutan utama yang dibacakan, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional serta standarisasi upah guru honorer setara UMP.

Tuntutan ketiga mendesak efisiensi mutlak anggaran Makan Bergizi Gratis serta program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Di tempat terpisah, gerakan pemuda dan aliansi mahasiswa daerah menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan di Palembang.

Massa yang kecewa karena gagal bertemu langsung dengan gubernur sempat mendirikan tenda-tenda darurat untuk bermalam di area perkantoran.

Jurnalis Melani Safitri melaporkan bahwa para pendemo menuntut evaluasi total atas mitigasi penanganan kasus karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Meskipun belum berhasil menemui kepala daerah, seluruh partisipan aksi dilaporkan telah membubarkan diri dan membongkar tenda pada pukul 21.30 WIB.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung