Berita, Nasional

[GEGER] Eks Ketua DPRD Morowali Soroti Dominasi Simbol dan Tulisan Mandarin di Kawasan IMIP, Bendera Merah Putih Disebut Jarang Terlihat di Area Strategis Industri Nikel

Repelita.net

23 May 2026 14:26 WIB • 944 view

[GEGER] Eks Ketua DPRD Morowali Soroti Dominasi Simbol dan Tulisan Mandarin di Kawasan IMIP, Bendera Merah Putih Disebut Jarang Terlihat di Area Strategis Industri Nikel
Foto: Istimewa

Repelita Morowali - Dominasi kebudayaan, bahasa, serta simbol-simbol asing di dalam kawasan pusat pemurnian bijih nikel terintegrasi Provinsi Sulawesi Tengah dilaporkan kian mengkhawatirkan karena dinilai perlahan mengikis identitas nasional di wilayah publik tersebut.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Morowali sisa masa jabatan periode 2014-2019 menyampaikan protes dan kritik tajamnya mengenai minimnya ruang penempatan lambang kedaulatan negara di dalam area industri strategis nasional yang bernilai investasi raksasa itu.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pemantauan dan laporan berkala di lapangan, situasi tata ruang visual di sepanjang jalur internal megaproyek tersebut kini mengalami pergeseran budaya yang sangat mencolok. Papan penunjuk arah, nama-nama jalan utama, gerbang klaster pabrik, hingga lembar instruksi kerja operasional bagi para buruh didominasi secara masif oleh aksara Mandarin tanpa disertai terjemahan bahasa Indonesia yang memadai.

Sebaliknya, keberadaan bendera Merah Putih selaku simbol tertinggi kehormatan dan kedaulatan Republik Indonesia justru dilaporkan sangat langka dan jarang ditemukan berkibar di area-area strategis terbuka. Lambang negara tersebut dinilai seolah sengaja dikesampingkan di tengah kokohnya kepungan simbol, logo, dan bendera korporasi multinasional asal luar negeri.

Ketimpangan visual dan identitas yang terjadi secara konstan ini memicu keprihatinan mendalam serta gelombang protes keras dari berbagai elemen tokoh masyarakat setempat. Regulasi ketat mengenai kewajiban penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik serta penghormatan terhadap lambang negara terkesan mandul, sehingga memunculkan persepsi publik bahwa wilayah hukum Indonesia di area tersebut telah melunak dan bertransformasi menjadi yurisdiksi milik negara lain.

"di sana itu jarang kita temukan bendera merah putih berkibar di dalam kawasan yang banyak itu jalan-jalan tulisan bahasa Cina semua itu penunjuk arah tulisan bahasa Cina semua"(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung