Berita, Sport

FIFA Dibuat Pusing, Pemerintah AS Disebut Beri Kebijakan Dana Jaminan untuk Para Suporter dan Berpotensi ke Para Pemain

Repelita.net

27 March 2026 12:56 WIB • 1,159 view

FIFA Dibuat Pusing, Pemerintah AS Disebut Beri Kebijakan Dana Jaminan untuk Para Suporter dan Berpotensi ke Para Pemain
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Jelang bergulirnya ajang Piala Dunia 2026, Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA disebut dibuat pusing oleh kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat yang memberlakukan dana jaminan visa bagi para suporter dan berpotensi juga berdampak kepada para pemain dari sejumlah negara peserta.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa suporter dari beberapa negara harus menyiapkan dana jaminan hingga 15.000 dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp253,4 juta per orang untuk bisa mendapatkan visa dan memasuki wilayah Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

Kebijakan yang memberatkan ini kabarnya juga berpotensi berdampak langsung kepada para pemain yang akan berlaga di kompetisi sepak bola terbesar dunia tersebut, mengingat tidak ada klausul khusus yang memberikan pengecualian bagi atlet.

Seperti dilansir dari laporan The Athletic, kebijakan baru yang diberlakukan melalui program jaminan visa akan mulai berlaku pada 2 April 2026, menyasar warga dari 50 negara yang mengajukan visa kunjungan atau bisnis.

Dari 50 negara yang terdampak, terdapat lima negara yang sudah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, yaitu Aljazair, Tanjung Verde, Senegal, Pantai Gading, dan Tunisia.

Bagi para suporter dari kelima negara tersebut, kebijakan ini menjadi beban berat karena mereka akan dikenakan dana jaminan hingga 15.000 dolar Amerika Serikat per orang untuk mendapatkan visa wisata.

Artinya, satu keluarga harus membayar secara terpisah untuk setiap anggota yang akan bepergian, dengan ketentuan anak-anak umumnya dikenai sekitar 5.000 dolar Amerika Serikat sementara orang dewasa mencapai 10.000 hingga 15.000 dolar Amerika Serikat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menjelaskan kepada The Athletic bahwa seluruh pemohon tanpa memandang usia tetap harus memenuhi standar hukum yang sama dan membuktikan bahwa mereka memenuhi syarat serta akan mematuhi ketentuan visa.

Nantinya, dana jaminan tersebut akan dikembalikan kepada pemegang visa asalkan mereka meninggalkan wilayah Amerika Serikat sebelum masa berlaku visa yang diberikan habis.

Aturan ini tidak berlaku surut dan tidak diterapkan bagi pemegang visa yang masih aktif, sehingga hanya akan berdampak pada pengajuan visa baru setelah tanggal pemberlakuan kebijakan.

Dampak kebijakan ini juga berpotensi dirasakan oleh para pemain dari kelima negara yang masuk dalam zona peringatan, karena tidak ada klausul khusus dalam program tersebut yang memberikan pengecualian bagi atlet.

Sebagian besar pemain yang belum memiliki visa Amerika Serikat kemungkinan akan mengajukan visa kunjungan atau bisnis sehingga berpotensi dikenai kewajiban jaminan yang sama seperti suporter pada umumnya.

Terkait masalah ini, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa setiap pengajuan visa akan diputuskan secara kasus per kasus oleh petugas konsuler yang berwenang.

Secara aturan, tidak ada prosedur khusus untuk meminta pembebasan jaminan, dan kewenangan pertimbangan sepenuhnya dimiliki oleh konsuler dengan pengecualian jika dinilai mendukung kepentingan nasional yang signifikan.

Pengecualian juga dapat diberikan atas dasar alasan kemanusiaan, tergantung pada tujuan perjalanan dan pekerjaan pemohon visa yang bersangkutan.

Untuk merespons kebijakan ini, FIFA disebut mulai melakukan pembicaraan dengan pihak terkait guna meminta pembatalan atau setidaknya keringanan bagi para pemain dan ofisial.

FIFA dikabarkan sedang berupaya meyakinkan pemerintah Amerika Serikat agar memberikan pengecualian bagi anggota resmi delegasi, termasuk pemain, pelatih, staf, hingga perwakilan federasi dan pihak sponsor.

Dengan kurang dari 80 hari sebelum turnamen bergulir, kepastian mengenai kebijakan ini masih belum jelas, namun satu hal yang hampir pasti adalah bahwa kalangan suporter tampaknya tidak akan mendapatkan keringanan serupa seperti yang diupayakan untuk para pemain dan ofisial.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung