Berita, Nasional

Ferry Irwandi Bongkar Penyebab Rupiah Melemah, Krisis Kepercayaan Pasar Jadi Sorotan

Repelita.net

16 May 2026 14:05 WIB • 1,518 view

Ferry Irwandi Bongkar Penyebab Rupiah Melemah, Krisis Kepercayaan Pasar Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang narasumber bernama Ferry Irwandi dalam sebuah penjelasan yang beredar baru-baru ini memaparkan secara rinci penyebab pelemahan nilai tukar rupiah yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu faktor tunggal.

Menurut paparannya, pelemahan rupiah terjadi karena adanya kombinasi dari tiga lapis faktor yang saling berkaitan yaitu faktor eksternal global, kondisi domestik Indonesia, dan krisis kepercayaan pasar.

ADVERTISEMENT

Narasumber menjelaskan bahwa tingginya suku bunga Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, serta kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil menjadi pemicu utama menguatnya dolar AS.

Kondisi global tersebut menyebabkan para investor di seluruh dunia memindahkan dana mereka ke dalam dolar AS sebagai aset yang dianggap aman atau safe haven.

Akibat perpindahan modal besar-besaran itu, negara-negara berkembang termasuk Indonesia mengalami arus keluar modal yang berdampak pada tekanan signifikan terhadap nilai tukar rupiah.

Narasumber juga menyoroti kondisi fiskal domestik yang dinilai justru memperparah tekanan yang sudah ada terhadap mata uang Garuda.

Pemerintah disebut memiliki pola belanja yang sangat besar sementara subsidi energi melonjak tajam dalam kurun waktu belakangan ini.

Di sisi lain, pertumbuhan ekspor nasional melambat sementara impor justru meningkat tinggi sehingga memperbesar kebutuhan akan dolar Amerika Serikat.

Kombinasi dari faktor-faktor tersebut, menurut Ferry Irwandi, secara langsung memperlemah posisi rupiah di pasar valuta asing.

Lebih lanjut, narasumber menekankan bahwa masalah utama yang dihadapi saat ini juga menyangkut persoalan kepercayaan dari para pelaku pasar.

Market tidak hanya melihat angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mencermati disiplin fiskal, kredibilitas bank sentral, konsistensi kebijakan, serta kualitas komunikasi pemerintah.

Narasumber mengkritik para pejabat yang dinilai terlalu mengglorifikasi angka pertumbuhan ekonomi tanpa menyertakan konteks yang objektif dan jujur.

Dalam paparannya, Ferry Irwandi menawarkan sejumlah solusi yang berfokus pada pembenahan struktural di dalam negeri.

Solusi utama yang ditawarkan meliputi perbaikan komunikasi pemerintah, perapian struktur APBN, serta pemangkasan belanja yang tidak efektif dan tidak efisien.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya menahan arus keluar dolar serta memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Keuangan.

Dengan sinergi yang kuat, kebijakan fiskal dan moneter tidak akan saling bertabrakan dan justru dapat saling menguatkan dalam menjaga stabilitas rupiah.

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung