Berita, Nasional

Fadli Zon Dorong Villa Bung Hatta Megamendung Jadi Cagar Budaya Nasional

Repelita.net

19 August 2026 22:53 WIB • 342 view

Fadli Zon Dorong Villa Bung Hatta Megamendung Jadi Cagar Budaya Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kunjungan ke lokasi situs bersejarah Villa Bung Hatta di kawasan Megamendung diungkapkan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui akun X @fadlizon

pada 18 Agustus 2026. Penetapan bangunan kenangan tersebut sebagai Cagar Budaya Nasional tengah didorong secara intensif demi menjaga warisan Proklamator Indonesia.

ADVERTISEMENT

Penetapan status cagar budaya nasional merupakan agenda besar penyelamatan aset berharga milik mendiang Mohammad Hatta.

"Siang ini, Selasa (18/8), saya berkesempatan mengunjungi Villa Bung Hatta di Megamendung, Kabupaten Bogor. Villa ini merupakan sebuah situs bersejarah penting di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yang menjadi saksi bisu pernikahan Proklamator RI Mohammad Hatta dengan Siti Rachmiati (Rahmi Rachim) pada 18 November 1945. Kementerian Kebudayaan RI tengah mendorong penetapan Villa Bung Hatta sebagai Cagar Budaya Nasional. Langkah ini merupakan bagian dari program besar revitalisasi dan penyelamatan aset-aset bersejarah warisan Proklamator Mohammad Hatta." tulis akun @fadlizon

.

Bangunan peristirahatan di wilayah Puncak Bogor tersebut menyimpan rekam jejak ikatan suci pernikahan Bung Hatta bersama Siti Rachmiati.

Proses perkenalan hingga momen lamaran melibatkan peran besar Sukarno yang bertindak sebagai penghubung kisah cinta kedua tokoh tersebut.

Pertemuan hangat di rumah keluarga Rachim dikisahkan oleh Meutia Hatta berdasarkan rekaman kenangan masa lalu sang ibunda.

"Ada apa, Mas, malam-malam ke sini?" tanya Annie Rachim.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab secara lugas oleh Sukarno mengenai ikhtiar perjodohan sahabat seperjuangannya.

"Saya mau melamar," kata Bung Karno.

Rasa penasaran timbul dari pihak keluarga mengenai sosok calon pengantin yang dimaksud dalam lamaran tersebut.

"Melamar siapa, untuk siapa?" tanya Annie keheranan.

Sosok penerima lamaran tersebut kemudian diperjelas secara langsung oleh Sukarno.

"Melamar Yuke, untuk Hatta." ujar Bung Karno.

Ungkapan kekhawatiran sempat diutarakan oleh Rahmi mengingat jarak usia serta wawasan keilmuan yang terbilang jauh dari sosok Proklamator.

"Oom, saya takut, dia sangat pandai, saya orang bodoh." kata Rahmi.

Pernikahan yang berlangsung sederhana pada 18 November 1945 menyajikan mahar unik berupa kitab filsafat Alam Pikiran Yunani.

Keharmonisan rumah tangga senantiasa terjaga selama 35 tahun hingga Bung Hatta dipanggil oleh Sang Pencipta pada tahun 1980.

Penjagaan rahasia kebijakan keuangan negara selalu dipegang teguh oleh Bung Hatta demi mencegah kebocoran informasi komersial.

Kenangan kebersamaan keluarga di villa Megamendung juga dirasakan mendalam oleh putri-putrinya melalui momen kehangatan akhir pekan.

"Jalan-jalan masuk kampung, jalan-jalan di perkebunan. Biasanya hanya Ayah dan anak-anak, karena Ibu tidak mau," kenang Meutia.

Keriangan masa kecil bersama sang ayah tercermin dari aktivitas permainan interaktif di area pekarangan rumah peristirahatan.

"Kami suka main balap lari di pekarangan vila Megamendung. Kadang Ayah pura-pura berjalan, lalu tiba-tiba berlari kencang, sehingga saya protes, ‘Ayah curang ...!’ Tapi pada umumnya ia berusaha mengalah agar saya yang menang..." tuturnya.(*)Vila Bung Hatta di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (X/Fadli Zon)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung