Berita, Ekonomi

DPR Setuju Prabowo Terkait Rupiah Melemah: yang Terdampak Orang Kaya, Bukan Orang Desa

Repelita.net

17 May 2026 20:29 WIB • 1,666 view

DPR Setuju Prabowo Terkait Rupiah Melemah: yang Terdampak Orang Kaya, Bukan Orang Desa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Parlemen menyuarakan dukungan penuh atas seruan kepala negara yang meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh dinamika pelemahan nilai tukar mata uang domestik.

Pihak legislatif menilai pergerakan kurs valuta asing pada dasarnya tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap roda perekonomian maupun aktivitas perdagangan harian yang dilakukan oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

ADVERTISEMENT

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dollar," kata Misbakhun saat dihubungi pada Minggu (17/5/2026).

"Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri."

Melalui imbauan tersebut, pemerintah berupaya membentengi psikologis pasar agar situasi tetap kondusif serta menghalau segala bentuk spekulasi negatif yang berpotensi merongrong stabilitas sektor keuangan nasional.

"Karena memang rupiah menjadi alat transaksi di seluruh Indonesia. Jadi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi tidak menggunakan dollar, menggunakan rupiah. Dan inilah yang menjadi salah satu poin penting yang disampaikan oleh Bapak Presiden," ucapnya.

Kendati demikian, fluktuasi ini sekaligus menjadi sinyal krusial bagi otoritas moneter tertinggi untuk segera mengambil tindakan taktis guna mengintervensi pasar secara terukur.

Bank sentral didorong untuk merumuskan kebijakan stabilisasi yang efektif mengingat posisi mata uang dalam negeri saat ini dinilai telah melampaui batas deviasi dari target asumsi makro yang dicanangkan pemerintah.

"Untuk itu BI, Bank Indonesia untuk segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang konkret bagaimana memberikan kembali rupiah pada penguatan yang memadai," tutur Misbakhun.

Kekhawatiran tetap muncul terkait efek berantai yang berpotensi membebani biaya produksi sektor industri manufaktur dalam negeri, terutama yang memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan material dari luar negeri.

Lonjakan harga bahan baku impor dikhawatirkan dapat memicu tekanan inflasi baru yang pada akhirnya berisiko menggerus daya beli dan memperlambat laju ekspansi ekonomi nasional.

"Ketika fundamental ekonomi sangat kuat kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah?" ungkapnya.

Di sisi lain, kepala negara memberikan respons menohok terhadap berbagai analisis pesimistis yang kerap memproyeksikan kemunduran perekonomian domestik akibat guncangan eksternal tersebut.

Pemerintah memastikan bahwa ketahanan sektor riil, khususnya pasokan logistik pangan domestik dan ketersediaan energi, berada pada level yang sangat aman untuk menghadapi ketidakpastian global.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Presiden Prabowo.

Ketahanan komoditas strategis nasional bahkan diklaim jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain yang saat ini mulai didera kepanikan akibat hambatan logistik di jalur maritim global.

Kondisi geopolitik internasional diakuinya telah memicu gangguan pada rantai pasok pupuk dan energi dunia, namun posisi Indonesia justru tetap kokoh dan mampu memenuhi permintaan ekspor dari berbagai benua.

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz. Berarti pupuk terpengaruh, karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas, gas, gas. Pupuk dari urea ya, urea sangat dibutuhkan. Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pentanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," kata Prabowo.

Melihat performa sektor riil yang masih berada di jalur positif, para pengambil kebijakan diingatkan untuk menjaga integritas dan senantiasa menempatkan kemaslahatan masyarakat sebagai prioritas tertinggi di atas kepentingan lainnya.

"Tapi, nah ini, tapi, para unsur pimpinan yang harus, harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia, enggak ada pilihan. Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia," tegasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung