Berita, Nasional

Disorot Wacana Pemakzulan, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Tegaskan Tidak Akan Mundur Dari Jabatan, hormati pilihan rakyat

Repelita.net

07 September 2026 22:44 WIB • 415 view

Disorot Wacana Pemakzulan, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Tegaskan Tidak Akan Mundur Dari Jabatan, hormati pilihan rakyat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menanggapi secara santai terkait adanya wacana pemakzulan terhadap dirinya yang dihembuskan oleh sejumlah partai politik di lingkungan DPRD.

Ia menilai bahwa dinamika politik tersebut kemungkinan besar masih terbawa suasana dari rangkaian kontestasi pemilihan kepala daerah yang telah usai diselenggarakan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Masinton mengingatkan seluruh elemen agar meninggalkan cara-cara politik masa lalu yang dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kalau kita masih menggunakan cara-cara politik lama, kapan Tapanuli Tengah ini mau maju? Kita harus menghormati aturan, etika dan norma dalam pemerintahan."

"Jangan karena kepentingan politik kemudian pembangunan dan kepentingan masyarakat kita korbankan,” tegas Masinton saat ditemui di rumah dinasnya pada hari Minggu tanggal 6 September 2026.

Ia lantas mengenang kembali pengalaman para penjabat kepala daerah terdahulu mulai dari Yetty, Ellys, hingga Sugeng Riyanta yang sempat menghadapi tekanan politik serupa.

Menurutnya, roda pemerintahan harus tetap berjalan dan kepala daerah memiliki kewenangan untuk menerbitkan peraturan guna menjamin kesinambungan anggaran pendapatan dan belanja daerah sesuai aturan.

Bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis, ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban saat ini merupakan mandat murni dari pilihan rakyat melalui proses pilkada yang sah.

“Yang memilih kami itu rakyat. Kami mendapatkan mandat dari rakyat melalui proses Pilkada. Jadi jangan karena ada kepentingan politik tertentu kemudian mandat rakyat itu diabaikan,” katanya.

Ia juga memastikan dirinya tidak akan pernah mengambil langkah mundur dari jabatan meskipun menghadapi berbagai tekanan politik maupun wacana pemakzulan dari pihak tertentu.

“Saya tidak akan mundur hanya karena tekanan politik. Kalau ada yang tidak menerima hasil Pilkada, mari kita hormati pilihan rakyat."

"Kalau ingin bertanding lagi, ada waktunya, ada Pilkada berikutnya. Silakan berkompetisi kembali secara demokratis,” tegasnya.

Politisi tersebut turut meminta agar energi daerah tidak terkuras untuk konflik politik semata mengingat masyarakat Tapanuli Tengah masih membutuhkan perhatian serius dalam pemulihan pascabencana.

Di akhir penjelasannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk senantiasa mengedepankan etika, kearifan lokal, serta semangat gotong royong demi menjaga persatuan warga.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung