Repelita Teheran - Diplomasi tingkat tinggi kembali bergulir di ibu kota Iran demi menjajaki draf kesepakatan perdamaian guna meredakan konfrontasi bersenjata antara pihak Washington dan Teheran melalui koridor negosiasi rahasia.
Utusan khusus dari Islamabad secara intensif melakukan pembicaraan tertutup bersama jajaran petinggi diplomatik negeri para mullah guna merumuskan formulasi gencatan senjata permanen yang dapat diterima kedua belah pihak.
ADVERTISEMENT
Kantor berita Tasnim melaporkan, pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan proposal terkait kontak tidak langsung antara Teheran dan Washington.
Melalui saluran penghubung yang difasilitasi oleh otoritas Pakistan, pertukaran draf memorandum eksekutif dilaporkan terus berjalan dinamis guna menjembatani jurang perbedaan pandangan yang masih membentang lebar.
Kehadiran perwakilan senior Islamabad untuk kesekian kalinya dalam pekan ini membawa misi krusial berupa penyampaian pesan diplomatik khusus dari Gedung Putih kepada jajaran pengambil keputusan di lingkaran dalam Teheran.
Apabila poin-poin krusial dalam rancangan kesepakatan awal tersebut berhasil disetujui, pucuk pimpinan komando militer tertinggi Islamabad dijadwalkan bakal segera terbang langsung menuju pusat pemerintahan Iran guna mengawal jalannya realisasi kesepakatan.
Ganjalan terbesar dalam meja perundingan berakar pada perbedaan garis waktu pembahasan isu nuklir, di mana pihak Teheran menginginkan adanya ruang negosiasi mandiri mengenai pengayaan material uranium dalam tenggat sebulan setelah kedamaian abadi ditegakkan.
Sebaliknya, pihak Gedung Putih bersikeras menuntut jaminan penyelesaian total atas seluruh aktivitas pengayaan materi nuklir sebelum dokumen gencatan senjata komprehensif ditandatangani oleh kedua pihak.
Kondisi geopolitik di kawasan Teluk berada dalam fase paling kritis pasca terjadinya benturan militer terbuka berupa gempuran rudal udara dari armada koalisi barat pada awal tahun.
Pihak Teheran merespons aksi tersebut secara agresif lewat operasi balasan yang menyasar aset strategis sekutu dekat barat di perairan ekonomi internasional serta memblokade jalur pelayaran niaga minyak global.
Kendati status penghentian kontak senjata sementara telah berjalan sejak awal April berkat mediasi intensif, ketegangan belum sepenuhnya mereda akibat adanya aksi blokade laut pertahanan maritim yang terus diberlakukan oleh armada barat.
Di sisi lain, jajaran intelijen pertahanan Iran memberikan sinyalemen kuat mengenai kesiapan logistik militer mereka yang diklaim menyimpan arsenal tempur generasi terbaru yang belum pernah dipamerkan ke publik dalam perang terbuka sebelumnya.
Kondisi ini diperkeruh oleh laporan internal dari markas besar pertahanan barat yang mengonfirmasi bahwa daftar target instalasi vital di bumi persia telah rampung disusun dan siap dieksekusi sewaktu-waktu apabila jalur diplomasi buntu.
"Kami telah memproduksi senjata canggih di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba," kata sumber Iran tersebut, mengomentari kesiapan Iran untuk kemungkinan serangan AS berikutnya.
Pihak pertahanan persia menyatakan bahwa cadangan material tempur taktis mereka berada dalam kondisi sangat mencukupi untuk mematahkan setiap upaya invasi udara maupun laut dari pihak luar.
"Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak kekurangan apa pun yang akan menghalangi kami untuk membela negara kami. Kali ini, kami tidak berniat untuk menahan diri," kata sumber tersebut.
Komando tinggi pertahanan garda revolusi persia pun telah mengeluarkan ancaman balik yang sangat serius bahwa setiap percikan serangan baru bakal memicu eskalasi konflik yang jangkauannya melampaui tapal batas wilayah jazirah arab.
"Musuh Amerika-Zionis", dengan mengatakan bahwa Washington dan Israel telah gagal belajar dari kekalahan strategis berulang dan lagi-lagi menebar ancaman.
Kubu garda militer menyatakan bahwa dalam bentrokan bersenjata pada periode sebelumnya, kekuatan pertahanan penuh dari seluruh elemen tempur negara tersebut belum sepenuhnya dilepaskan ke permukaan.
"perang di kawasan yang sebelumnya dijanjikan kali ini akan diperluas melebihi kawasan (Timur Tengah), dan pukulan telak kami akan membawa kalian ke kerusakan berkeping-keping yang tidak bisa anda bayangkan."
Dari seberang samudra, pimpinan tertinggi Washington melayangkan ultimatum keras bahwa tenggat waktu bagi pencapaian kesepakatan damai kini telah berada pada titik kritis yang sangat menentukan.
"Benar-benar di ambang batas. Percayalah, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berjalan sangat cepat," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang kemungkinan serangan terhadap Iran.
Otoritas pertahanan barat mengklaim seluruh armada tempur udara dan gugus tugas laut mereka telah berada pada posisi siaga penuh untuk mengantisipasi kegagalan total proses diplomasi tidak langsung ini.
"Kami semua siap. Kami harus mendapatkan jawaban yang tepat. Itu harus berupa jawaban yang lengkap, 100 persen benar," imbuhnya.
Pihak Washington juga mengonfirmasi adanya sinyal positif dari kecakapan tim perunding lawan, namun tetap memberikan batas waktu yang sangat ketat bagi tercapainya kesepakatan akhir yang menguntungkan semua pihak.
"Kami berurusan dengan beberapa orang yang sangat baik... Kami berurusan dengan beberapa orang yang berbakat, dengan kemampuan berpikir yang baik, dan kami cukup terkesan dengan hal itu," kata pemimpin AS tersebut.
"Mudah-mudahan orang-orang itu akan membuat kesepakatan yang akan menguntungkan semua orang," imbuhnya.
Sebelumnya, opsi peluncuran operasi militer gelombang baru sempat mengemuka untuk dilaksanakan dalam waktu dekat, namun rencana ofensif tersebut ditangguhkan sementara waktu atas saran diplomatik dari negara-negara sekutu di kawasan semenanjung arab.
Penundaan agresi udara tersebut disetujui demi memberikan ruang bagi berjalannya proses negosiasi serius di Islamabad, meski komando armada barat tetap mempertahankan kesiapan tempur skala penuh untuk menyerang kapan saja.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok