Berita, Palestina

Didedikasikan untuk Rakyat Palestina, Iran Kembali Kirim Hujan Rudal ke Israel Jelang Paskah

Repelita.net

02 April 2026 21:54 WIB • 1,122 view

Didedikasikan untuk Rakyat Palestina, Iran Kembali Kirim Hujan Rudal ke Israel Jelang Paskah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Didedikasikan untuk rakyat Palestina, Iran kembali mengirimkan hujan rudal ke wilayah Israel tepat pada jelang perayaan Paskah, Rabu 1 April 2026.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa gelombang terbaru Operasi True Promise 4 ini merupakan serangan ke-89 yang menggunakan rudal berat berpemandu presisi jenis Qiam, Emad, serta rudal Qadr dengan multi hulu ledak tinggi.

ADVERTISEMENT

Dari laporan Tasnim News, IRGC menyebut operasi dahsyat tersebut menciptakan "tenda api" yang membentang dari Ramat Gan hingga Holon, Palmachim, dan Bnei Brak di sebelah timur Tel Aviv.

Serangan ini memperintensifkan kehidupan warga Israel yang kini dipenuhi suara sirene di mana-mana.

IRGC mencatat bahwa warga Israel terjebak di jalanan saat bergegas menuju tempat perlindungan, dengan banyak orang berjuang masuk dan bertahan lama di bunker bawah tanah yang gelap.

Dalam laman media tersebut, peristiwa ini disebut sebagai "hadiah liburan terbesar" yang diberikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump kepada warga Israel pada malam Paskah.

IRGC menambahkan bahwa operasi rudal dan drone mereka terhadap target di seluruh wilayah Palestina yang diduduki Zionis Israel masih berlangsung.

Mereka juga mengatakan cadangan senjata yang belum tersentuh akan secara bertahap dikerahkan dalam beberapa hari dan bulan mendatang.

Ali Akbar Velayati, penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam, menyatakan bahwa perang yang berlangsung akan berakhir sesuai strategi dan tekad Iran, bukan berdasarkan kesalahan perhitungan para agresor.

Mantan Menteri Luar Negeri itu juga membahas Selat Hormuz melalui akun X-nya pada saat yang sama.

"Meskipun Selat Hormuz tetap terbuka bagi dunia, selat itu akan selalu tertutup bagi musuh-musuh Iran dan pangkalan regional mereka," tulis Velayati.

Velayati menekankan bahwa perang akan berakhir melalui perencanaan cermat dan kekuatan Iran, bukan karena rasa percaya diri berlebihan dari pihak yang melancarkan agresi.

Pada Kamis 2 April 2026, Iran kembali meluncurkan serangan rudal yang menghantam pangkalan laut, wilayah Yerusalem, serta kota Arad di bagian selatan Zionis.

Di Kota Arad, setidaknya enam orang tewas dan lebih dari seratus orang terluka akibat serangan tersebut.

Media lokal menyebutkan sebuah roket seberat 450 kilogram jatuh di kota itu, yang diakui sebagai kegagalan sistem pertahanan Israel dalam melakukan pencegatan.

Pada Rabu 1 April 2026, IRGC mengklaim telah menghancurkan kapal kontainer milik Israel di Teluk Persia.

Sirene peringatan bahaya udara terus berbunyi di Yerusalem dan Israel tengah, dengan laporan ledakan terdengar hingga wilayah Ramallah.

Teheran dilaporkan meluncurkan sekitar sepuluh rudal balistik ke Israel tengah pada Rabu siang, yang disebut sebagai salah satu salvo rudal terbesar sejak konflik meningkat.

IRGC mengklaim telah meluncurkan serangan gelombang ke-88 dalam rangkaian Operasi True Promise 4 pada akhir Maret hingga April 2026 yang menargetkan radar peringatan dini, infrastruktur militer Israel, serta aset Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Serangan dengan sandi "Ya Fatimah al-Zahra" ini menggunakan berbagai jenis rudal berat.

Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi, mengejek Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui akun X-nya pada 2 April 2026.

Dalam unggahan berbahasa Ibrani itu, ia menyebut sirene yang berulang dan gemetar di dalam tempat perlindungan bawah tanah yang sempit dan gelap di wilayah pendudukan di bawah gempuran rudal Iran sebagai cerminan "hadiah" Netanyahu kepada Zionis selama liburan Paskah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung