Repelita [Jakarta] - Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana memberikan apresiasi tinggi terhadap orasi kritis yang disampaikan oleh Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra.
Daya dorong serta keberanian mahasiswa tersebut dinilai memiliki kekuatan moral yang jauh lebih besar dibandingkan pidato resmi Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Denny Indrayana menyampaikan pandangannya tersebut saat menanggapi aksi penyampaian pendapat yang digelar jajaran mahasiswa.
“Fatimah saya tidak mengenalnya. Kami tidak pernah bertemu. Tapi hari-hari ini saya melihat kami bersatu dalam semangat perlawanannya. Dalam sikap kritisnya ketika berhadapan dengan kekuasaan,” ungkap Denny.
Ukuran kekuatan pesan politik ditegaskannya tidak bergantung pada durasi pidato melainkan pada ketulusan serta konsistensi sikap.
Kesan mendalam dirasakannya saat mendengarkan orasi singkat yang disampaikan perwakilan mahasiswa tersebut di lapangan.
“Mendengar beberapa menit dia dengan orasinya, saya rasakan lebih punya kekuatan perjuangan dibandingkan pidato berjam-jam presiden yang cenderung membosankan,” kata Denny.
Denny juga menyinggung sejumlah kekeliruan data angka dalam pidato presiden yang dinilainya kalah secara energi moral.
Seruan yang dilontarkan mahasiswa dianggap murni memuat aspirasi publik terkait penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
“Jadi ketika Fathimah menyampaikan teriakannya, yang kita dengar adalah perjuangan yang tulus tentang Indonesia antikorupsi,” kata Denny.
Rangkaian isu penuntasan korupsi yang disuarakan mencakup sektor pemilu, pengadaan alutsista, program gizi, hingga tata kelola koperasi.
Prinsip keselarasan antara ucapan dan tindakan menjadi faktor paling krusial dalam menjaga wibawa perjuangan publik.
“Kuncinya adalah pada kejujuran, pada konsistensi, pada kesamaan antara orasi dan aksi. Sedikit saja terlihat ada warna kemunafikan, maka kekuatan dan wibawa pesan itu pasti menghilang,” tuturnya.
Aksi penyampaian delapan tuntutan oleh BEM UI dan FMN sebelumnya sempat diadang barisan petugas saat hendak menuju lokasi sasaran.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok