Berita, Nasional

Demo Hardiknas Mahasiswa UI Tolak Kanibalisasi Anggaran Pendidikan untuk MBG, Ini 5 Tuntutannya

Repelita.net

04 May 2026 16:00 WIB • 1,181 view

Demo Hardiknas Mahasiswa UI Tolak Kanibalisasi Anggaran Pendidikan untuk MBG, Ini 5 Tuntutannya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mahasiswa Universitas Indonesia menggelar demonstrasi di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat pada Senin (4/5/2026).

Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

Sebelum menuju ke lokasi aksi, mahasiswa UI yang mengenakan jaket kuning terlebih dahulu berkumpul di Lapangan FISIP UI.

Berbagai spanduk dan atribut mereka buat dengan tulisan-tulisan kritis seperti "Pendidikan Dirampas, MBG Oke Gas" dan "Para Guru Dikebiri, Menteri Pada Party".

Spanduk lain yang terlihat berbunyi "Dipaksa Roboh oleh Negara yang Hampir Roboh" serta "Jangan Mau Dipaksa Bodoh".

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan yang akrab disapa Athof, mengungkapkan bahwa aksi kali ini terkait kebijakan pendidikan nasional yang masih belum tepat sasaran.

"Bukannya pemerintah memperbaiki kebijakan pendidikan, tapi pemerintah malah mencari jalan alternatif untuk menutup prodi yang tidak relevan. Padahal itu sebenarnya tidak tepat," kata Athof.

BEM UI juga mengusung tuntutan lain seperti soal lapangan kerja dan kesejahteraan dosen serta mahasiswa.

"Itu juga masih belum tercapai dikarenakan ada kanibalisasi anggaran pendidikan untuk MBG (Makan Bergizi Gratis)," kata Athof menjelaskan.

Ada lima tuntutan yang akan diusung BEM UI dalam aksi demonstrasi kali ini secara resmi.

Pertama, mereka menolak keras kanibalisasi anggaran untuk program MBG yang diambil dari anggaran pendidikan.

Kedua, menuntut peningkatan kesejahteraan bagi guru, guru honorer, dosen, dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.

Ketiga, mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Keempat, menciptakan ruang kampus yang aman dari segala bentuk kekerasan termasuk kekerasan seksual.

Kelima, menolak segala bentuk komersialisasi pendidikan yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

Nantinya di depan kementerian, Athof mengatakan BEM UI akan bergabung dengan BEM Politeknik Negeri Jakarta.

Selain itu mereka juga akan bersama dengan BEM Seluruh Indonesia Rakyat Bangkit dan aliansi mahasiswa lainnya.

"Dari kami ada sekitar 200 sampai 300 mahasiswa dari 15 fakultas yang ada di UI," ucap Athof memaparkan jumlah peserta.

Sebelumnya mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam aliansi Me(i) lawan juga menggelar demo di kawasan Patung Kuda.

Mereka menggelar aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional dengan mengusung tuntutan serupa ke Presiden Prabowo.

Salah satu tuntutan adalah penolakan terhadap rencana pemerintah menghapus program studi di universitas negeri.

Pendidikan menurut mereka tidak diciptakan untuk menjawab kebutuhan pasar semata.

Tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan nalar kritis mahasiswa.

Tuntutan lainnya dari aliansi tersebut hampir sama persis dengan yang diusung oleh mahasiswa UI.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung