Berita, Nasional

Co-pilot tusuk pilot, pesawat Flydubai nyaris jatuh dari ketinggian 14.000 kaki

Repelita.net

03 October 2026 17:49 WIB • 64 view

Co-pilot tusuk pilot, pesawat Flydubai nyaris jatuh dari ketinggian 14.000 kaki
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah penerbangan komersial maskapai Flydubai dengan nomor rute FZ1073 melayani perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv.

Perjalanan udara yang seharusnya berjalan lancar itu mendadak berubah menjadi situasi genting dan mencekam bagi seluruh orang di dalam kabin.

ADVERTISEMENT

Seorang co-pilot dilaporkan secara tiba-tiba melancarkan serangan fisik serta menusuk kapten utama di ruang kemudi pesawat berbadan lebar tersebut.

Tindakan nekat awak pembantu itu langsung memicu kepanikan luar biasa karena berpotensi merenggut nyawa ratusan orang di udara.

Pesawat dilaporkan mengalami penurunan ketinggian secara drastis nyaris mencapai 14.000 kaki dalam durasi waktu kurang dari 30 detik saja.

Sejumlah laporan berbeda juga mengonfirmasi burung besi itu sempat anjlok dari ketinggian 33.000 kaki menuju kisaran 17.000 kaki secara cepat.

Ketegangan di udara semakin menjadi-jadi ketika co-pilot berusaha merampas kendali panel instrumen penerbangan dari tangan sang kapten utama.

Kapten pesawat yang diketahui bernama Smit Machchhar menderita luka tusuk dan berlumuran darah saat berhasil membuka pintu ruang kemudi.

Melihat situasi yang sangat membahayakan keselamatan, para penumpang bersama kru kabin langsung bergerak cepat menerobos masuk ke kokpit.

Mereka berhasil melumpuhkan pelaku penyerangan serta mengamankan area kemudi agar pesawat tidak jatuh menghujam bumi akibat kehilangan kendali.

Salah seorang penumpang bernama Asaf Rajuan menceritakan detik-detik menegangkan saat dirinya ikut bergulat menahan pelaku di dalam ruang kemudi.

Ia menegaskan aksi heroik tersebut dilakukan secara spontan demi melindungi keselamatan jiwa orang tercinta serta keluarga di dalam penerbangan.

Ini adalah sesuatu yang kamu lakukan tanpa berpikir, hanya berlari untuk menyelamatkan nyawa putrimu, nyawa keluargamu.

Ucap Rajuan dengan kondisi dahi yang masih menyisakan luka memar akibat pergulatan sengit menghadapi penyerang di ruang kendali.

Dua pilot cadangan yang kebetulan turut serta sebagai penumpang di dalam penerbangan segera mengambil alih kendali setelah pelaku diamankan.

Pesawat akhirnya dialihkan menuju bandara di Tabuk, Arab Saudi, guna melaksanakan proses pendaratan darurat demi keamanan lanjutan.

Total sebanyak 174 orang berada di dalam kabin pesawat, di mana sebagian besar penumpang merupakan warga negara berkebangsaan Israel.

Setibanya di Tabuk, otoritas setempat langsung memberikan perawatan medis kepada kapten serta co-pilot yang terlibat dalam insiden tersebut.

Layanan ambulans Israel mengonfirmasi seorang pria berusia 51 tahun turut dilarikan menuju fasilitas rumah sakit dalam kategori luka ringan.

Pemerintah Arab Saudi mengamankan co-pilot yang diketahui berstatus warga negara Oman guna menjalani pemeriksaan mendalam terkait motif penyerangan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendefinisikan peristiwa tersebut sebagai gangguan keamanan tingkat tinggi yang membutuhkan investigasi serius.

Pihak maskapai flydubai mengeluarkan imbauan resmi agar publik tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden sebelum investigasi tuntas.

Pemerintah Israel langsung merespons kejadian ini dengan memperketat sistem pemeriksaan keamanan terhadap seluruh pilot yang terbang menuju wilayahnya.

Salah seorang penumpang bernama Lital Shachaf menceritakan pengalaman mengerikan tersebut sebagai sebuah keajaiban besar bagi mereka semua.

Saya hanya bisa mengatakan bahwa itu adalah keajaiban. Itu mengerikan, gila, dan kami bersyukur kepada Tuhan bahwa kami selamat darinya, kami tidak berpikir kami akan berhasil, tetapi bersyukur kepada Tuhan kami berada di Israel. Kami sudah kembali ke rumah. Dan kami senang melihat semua orang di sini.

Para penumpang akhirnya melanjutkan perjalanan pulang menuju tanah air menggunakan pesawat pengganti yang disediakan pihak maskapai penerbangan terkait.

Rombongan tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, setelah mengalami keterlambatan lebih dari sepuluh jam. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung