Berita, Nasional

Chusnul Chotimah Tuding Jokowi Rekayasa Undangan Raja Adat NTT Demi Samarkan Safari Politik PSI

Repelita.net

04 August 2026 20:48 WIB • 694 view

Chusnul Chotimah Tuding Jokowi Rekayasa Undangan Raja Adat NTT Demi Samarkan Safari Politik PSI
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial Chusnul Chotimah melontarkan tanggapan tajam mengenai klarifikasi yang disampaikan Raja Liurai Malaka ke-15 Kerajaan Malaka Wehali Dominicus Kloit Teiseran seputar polemik penganugerahan gelar kehormatan bagi Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur.

Penjelasan dari tokoh adat tersebut dinilainya justru menyisakan teka-teki baru terkait agenda kunjungan sang mantan presiden bersama Partai Solidaritas Indonesia.

ADVERTISEMENT

Chusnul menyebut fakta yang diungkapkan pemimpin kerajaan tersebut membeberkan mekanisme perjumpaan di balik layar.

"Drama Jokowi terbongkar. Ternyata Jokowi yang undang para raja, lalu para raja disuruh tanda tangan untuk mengundang Jokowi datang ke NTT," ujar Chusnul.

Ia mempertanyakan maksud terselubung di balik skenario rekayasa undangan formal tersebut.

Chusnul mencurigai langkah itu sengaja dirancang demi menyamarkan agenda safari politik agar tampak seperti kunjungan atas dorongan pemuka adat.

"Ini maksudnya apa ya? Apakah untuk menipu rakyat seakan-akan dia datang diundang bukan safari politik?," tukasnya.

Pegiat media sosial ini turut menyoroti pembiaran isu penobatan 'Raja Timor' yang sempat berembus kencang di tengah publik.

Ia menilai apabila acara tersebut memang bukan ritual penganugerahan gelar sepatutnya narasi misleading tersebut segera diluruskan sejak awal.

"Lagian Jokowi kan tau acara itu bukan memberi gelar Raja Timor, lalu kenapa dia biarkan kader PSI dan dirinya memainkan isu tersebut?," Chusnul menuturkan.

Chusnul mengecam sikap jajaran politisi yang dianggap mengabaikan marwah serta kebudayaan para pemangku adat setempat.

"Tujuannya apa? Apa Jokowi dan PSI enggak ada rasa hormat sedikitpun pada para raja?," tambahnya.

Ia mengutarakan keheranan atas respons masyarakat maupun para pimpinan adat di NTT yang terkesan pasif menyaksikan polemik penganugerahan ini.

Ia menegaskan martabat lembaga adat seharusnya dijaga dengan teguh dari berbagai bentuk permainan wacana politik.

"Dan yang saya heran, kok para raja dan rakyat NTT kok enggak marah dipermainkan seperti ini? Mana kehormatan kalian?," tandasnya.

Sebelumnya Raja Liurai Malaka ke-15 Dominicus Kloit Teiseran menegaskan kabar mengenai pengangkatan Joko Widodo sebagai Raja Timor tidak sesuai fakta.

Dominicus meluruskan bahwa prosesi pengukuhan tersebut sejatinya hanya bentuk penganugerahan predikat Sesepuh di wilayah Timor.

"Jadi kalau orang bilang Jokowi raja di Timor, lalu kami raja sebagai apa? di NTT sudah ada struktur Raja Adat," ucapnya.

Ia menegaskan kembali hirarki struktur keadatan setempat untuk membantah kekeliruan narasi yang terlanjur meluas.

"Jadi Jokowi bukan diangkat jadi Raja melainkan penghargaan yang diberikan adalah Sesepuh di Timor," tambahnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung