Berita, Timur Tengah

Channel 12 Israel Ungkap Tentara Zionis Kabur Tinggalkan Alat Berat Usai Dihajar Hizbullah di Lebanon Selatan, Militer Internal Saling Kritik

Repelita.net

04 April 2026 17:19 WIB • 1,104 view

Channel 12 Israel Ungkap Tentara Zionis Kabur Tinggalkan Alat Berat Usai Dihajar Hizbullah di Lebanon Selatan, Militer Internal Saling Kritik
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Channel 12 Israel mengungkap sebuah insiden memalukan yang terjadi di Lebanon selatan, di mana unsur-unsur tentara Israel dilaporkan melarikan diri dari medan perang dan meninggalkan sejumlah alat berat setelah mendapat serangan besar-besaran dari Hizbullah.

Peristiwa memalukan ini langsung memicu kritik tajam dari internal militer Zionis terhadap kepemimpinan dan moral pasukan di garis depan.

ADVERTISEMENT

Insiden tersebut terjadi pada tanggal 28 Maret 2026, ketika Hizbullah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan tentara Israel yang sedang berusaha menyusup masuk ke wilayah Lebanon selatan.

Kelompok perlawanan Lebanon itu menggunakan tembakan berat, roket, dan mortir secara intensif untuk menghadang dan memukul mundur laju pasukan Zionis yang mencoba maju.

Serangan tersebut terbukti sangat efektif, mengakibatkan seorang penerjun payung Israel tewas di tempat, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka parah atau berat.

Kritik di dalam militer Israel menyoroti fakta bahwa alih-alih memperkuat posisi atau menyelesaikan misi, komando tinggi di lapangan justru memutuskan untuk mundur secara cepat dan panik.

Yang lebih memalukan lagi, dalam situasi kepanikan itu, perintah diberikan untuk meninggalkan sejumlah kendaraan teknik berat di medan perang tanpa sempat dievakuasi.

Para pejabat senior di militer Zionis menggambarkan keputusan mundur secara membabi buta ini sebagai sebuah kegagalan moral dan kegagalan kepemimpinan yang nyata.

Mereka dengan keras menyatakan bahwa peristiwa seperti itu seharusnya tidak menyebabkan penarikan mundur yang kacau, dan seharusnya tidak sampai terjadi pada titik yang begitu memalukan.

Sumber-sumber militer berpangkat tinggi mengakui bahwa ini adalah insiden serius yang melibatkan kegagalan kepemimpinan dan operasional di level komando satuan.

Tak lama setelah pasukan Israel kabur, unsur-unsur Hizbullah tiba di lokasi dan menemukan kendaraan-kendaraan teknik yang tertinggal dalam kondisi utuh.

Alih-alih langsung menghancurkannya, Hizbullah memilih strategi psikologis yang lebih cerdik dengan memasang jebakan di sekitar alat berat tersebut untuk menyerang pasukan Israel saat mereka kembali berusaha mengambilnya.

Tentara Israel, melalui intelijen mereka, mengetahui operasi pemasangan jebakan ini dan kemudian mengambil keputusan cepat untuk menghancurkan kendaraan-kendaraan tersebut dari jarak jauh demi menghindari jatuhnya korban jiwa lebih banyak.

Seorang sumber militer berpangkat tinggi menambahkan bahwa meninggalkan peralatan teknik di daerah bermusuhan adalah kejadian yang sangat luar biasa dan memalukan bagi institusi militer.

Insiden memalukan ini terjadi di tengah pengakuan pahit dari Israel sendiri bahwa tujuan melucuti senjata Hizbullah di Lebanon adalah tidak realistis tanpa invasi skala penuh.

The Jerusalem Post melaporkan bahwa invasi skala penuh ke Lebanon tidak akan dilakukan mengingat korban yang akan membengkak dan kemampuan tempur Hizbullah yang masih solid di medan perang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung