Repelita [Jakarta] - Rencana safari nasional yang bakal dilakoni oleh mantan Presiden Joko Widodo setelah kondisi fisiknya dinyatakan membaik memantik respons sarat sindiran dari pengamat komunikasi politik Buni Yani.
Melalui sebuah unggahan yang disebarluaskan lewat akun jejaring sosial Facebook pribadinya pada hari Rabu, 20 Mei 2026, dirinya menegaskan tidak mempersoalkan niat mantan kepala negara tersebut untuk kembali menyambangi berbagai daerah.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, akademisi ini menyertakan sebuah catatan satir yang mewajibkan sang mantan wali kota membawa berkas kelulusan sekolahnya guna membantah miringnya isu miring seputar legalitas dokumen akademiknya.
"Jokowi boleh keliling Indonesia. Satu syaratnya: dia harus bawa ijazahnya dan tunjukkan ke semua orang yang dia temui," tulis Buni Yani, dikutip dari akun Facebook pribadinya, Rabu 20 Mei 2026.
Sontak saja kiriman pendapat digital tersebut langsung dibanjiri oleh ratusan tanggapan dari para pengguna media sosial yang menilai tuntutan tersebut merupakan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.
Sebagian besar netizen menganggap candaan politik tersebut sebagai sebuah ironi kedewasaan hukum nasional, sementara beberapa lainnya menuntut pembuktian nyata secara hukum di meja hijau institusi peradilan.
"Boleh ketawa kan Pak Buni Yani ? Ngebayangin lucu juga kali ya Pak," kata Putra Bungsu Ma Encu.
"Saran yang sangat betul dan satu lagi wajib datang ke pengadilan jangan alasan sakit terus. Bilang saja kalau pengecut jangan banyak alasan," sambung Risman Tris.
Pada pemberitahuan yang beredar sebelumnya, Sekretaris Jenderal Ormas Projo Freddy Damanik sempat membeberkan kepada khalayak perihal kondisi kebugaran Joko Widodo yang diklaim telah pulih secara total pasca-sakit.
Dirinya mengonfirmasi bahwa sang tokoh utama nasional tersebut sudah mengagendakan jadwal kunjungan ke wilayah luar kota demi merawat kedekatan emosional serta menyerap aspirasi riil dari masyarakat bawah.
"Pak Jokowi mengatakan bahwa kondisi kesehatannya sudah pulih 99 persen dan rencananya bulan depan, bulan Juni, bulan Juni, beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat," katanya, Rabu 13 Mei 2026.
Berdasarkan pemaparan informasi lanjutan yang dibagikan oleh Freddy, rute perjalanan perdana dari mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut diproyeksikan bakal menyasar wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Walakin, hingga berita ini diturunkan, jajaran pengurus pusat Projo masih belum bersedia memublikasikan kalender atau tanggal kepastian mengenai waktu keberangkatan sang mantan presiden menuju wilayah tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok