Berita, Timur Tengah

[BREAKING NEWS] Houthi Dikabarkan Kuasai Mocha, Selat Bab el-Mandeb Terancam dan Harga Minyak Dunia Melonjak

Repelita.net

10 September 2026 20:09 WIB • 388 view

[BREAKING NEWS] Houthi Dikabarkan Kuasai Mocha, Selat Bab el-Mandeb Terancam dan Harga Minyak Dunia Melonjak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kelompok pemberontak Houthi yang memperoleh dukungan penuh dari Iran dikabarkan berhasil merebut kendali atas kawasan kota pelabuhan Mocha yang terletak di pesisir Laut Merah.

Informasi penting mengenai pergerakan militer tersebut bersumber dari laporan resmi yang disampaikan oleh tiga narasumber internal pemerintahan Yaman pada hari Kamis tanggal 10 September 2026.

ADVERTISEMENT

Pasukan pemberontak dilaporkan terus bergerak maju secara agresif demi mendekati kawasan perairan strategis Selat Bab el-Mandeb yang menjadi salah satu jalur pelayaran internasional paling vital.

Jalur maritim tersebut memiliki peran sangat krusial bagi kelangsungan distribusi pasokan minyak mentah serta berbagai komoditas perdagangan global di seluruh dunia.

Upaya penguasaan wilayah pesisir barat daya Yaman ini juga mencakup kawasan pelabuhan bersejarah Dhubab yang berada persis di sepanjang jalur perairan sempit tersebut.

Eskalasi konflik bersenjata kembali meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir antara kelompok Houthi melawan kubu pemerintah Yaman yang beraliansi dengan koalisi Arab Saudi.

Situasi panas di medan pertempuran ini dikhawatirkan dapat memicu kembalinya kecamuk perang saudara berskala penuh yang sebelumnya sempat diredam oleh kesepakatan gencatan senjata.

Wilayah Selat Bab el-Mandeb sendiri dikenal sebagai pintu gerbang bagian selatan menuju perairan Laut Merah yang menghubungkan kawasan Semenanjung Arab dengan benua Afrika.

Kawasan perairan yang kerap dijuluki sebagai Gerbang Air Mata ini menjadi sasaran utama kelompok pemberontak untuk memperluas dominasi wilayah kekuasaan mereka di Yaman.

Pemblokiran total terhadap jalur pelayaran strategis internasional ini dinilai berpotensi mengisolasi negara-negara pengekspor energi utama di kawasan Teluk dari jalur pengiriman maritim.

Dampak langsung dari ketegangan militer tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak dunia jenis Brent hingga melampaui level seratus dolar per barel di pasaran internasional.

Kondisi pasar keuangan global langsung bereaksi negatif akibat kekhawatiran mendalam para pelaku industri terhadap potensi terganggunya pasokan energi akibat ancaman blokade maritim.

Perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tersebut turut memicu berbagai tanggapan dari para pengguna platform media sosial digital di berbagai belahan dunia.

Salah satu informasi terkait dinamika lapangan tersebut sebelumnya sempat disebarluaskan oleh akun @AJEnglish melalui unggahan resminya pada tanggal 10 Sep 2026.

Dalam kutipan postingan digital tersebut, disampaikan sebuah informasi penting yang berbunyi: PENTING: Houthi telah menguasai kota Mocha yang krusial di Laut Merah dan semakin mendekati Selat Bab el-Mandeb yang strategis, lapor Reuters dengan mengutip tiga sumber pemerintah Yaman yang tidak disebutkan namanya.

Penyebaran informasi cepat melalui media sosial tersebut memperlihatkan betapa besarnya perhatian dunia internasional terhadap stabilitas jalur perdagangan global yang kian terancam.

Situasi keamanan regional di sekitar kawasan Laut Merah kini berada dalam sorotan tajam menyusul pergeseran kekuatan militer yang terjadi secara masif di lapangan.

Berbagai pihak terus memantau secara seksama perkembangan lanjutan dari konflik bersenjata yang melibatkan kekuatan regional besar di kawasan Timur Tengah tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung