Berita, Hukum

Beredar Kabar Anak Ahmad Bahar Mengaku Diintimidasi dan Ditodong Pistol Saat Berada di Markas GRIB Jaya

Repelita.net

23 May 2026 00:01 WIB • 912 view

Beredar Kabar Anak Ahmad Bahar Mengaku Diintimidasi dan Ditodong Pistol Saat Berada di Markas GRIB Jaya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tindakan pengepungan area kediaman milik seorang tokoh literasi nasional oleh simpatisan organisasi kemasyarakatan sayap pengamanan memicu eskalasi konflik baru setelah putri sang penulis dipindahkan secara sepihak ke kantor pusat ormas tersebut.

Langkah pemindahan paksa tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda lantaran mereka gagal melangsungkan pertemuan secara langsung dengan sang ayah di lokasi pemukiman warga.

ADVERTISEMENT

Korban kemudian membeberkan kronologi peristiwa intimidasi mental yang dialaminya saat berada di markas utama kelompok tersebut hingga berhadapan langsung dengan pimpinan tertinggi mereka.

“Banyak kata-kata yang menurut saya tidak pantas diucapkan,” tutur Ilma di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pimpinan kelompok pemuda berskala nasional itu disinyalir melayangkan desakan psikologis agar korban bersedia mengakui pengiriman dokumen digital yang dinilai mengancam privasi keluarganya.

“Beliau bilang, 'Kamu nih gimana sih, kamu kan perempuan. Kamu harusnya berbuat baik. Copot aja itu jilbab kamu!'” ujar Ilma menuturkan ulang perkataan Hercules.

Kendati pihak korban telah berulang kali memberikan bantahan serta klarifikasi mengenai ketidakterlibatan dirinya dalam tuduhan transmisi pesan itu, pihak manajemen ormas tetap menolak mentah-mentah penjelasan tersebut.

Suasana interogasi sepihak di dalam ruangan kantor tersebut dilaporkan semakin mencekam ketika figur pimpinan itu mulai menunjukkan instrumen pertahanan api jenis laras pendek ke hadapan korban.

Ketegangan mencapai puncaknya saat oknum pimpinan tersebut diduga melepaskan beberapa kali tembakan peringatan menggunakan senjata api tepat di hadapan sang wanita guna memicu tekanan psikologis.

“Dor, dor! dua kali ditembakkan,” ujar Ilma.

Di sisi lain, jajaran pengurus pusat bidang publikasi organisasi kemasyarakatan terkait melayangkan bantahan keras atas tudingan penahanan kebebasan atau penyanderaan terhadap putri sang penulis.

Pihak manajemen ormas justru mengklaim bahwa kehadiran wanita tersebut di kantor operasional pusat adalah atas kehendak personal sebagai perwakilan resmi dari pihak keluarga.

“Ia mengutus putrinya untuk datang, dan sang anak mengaku kehilangan kontak, tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami," kata Marcel.

Manajemen kelompok pemuda itu juga menyatakan bahwa aktivitas kedatangan mereka ke kawasan pemukiman warga sebelumnya telah melalui prosedur koordinasi resmi dengan aparatur lingkungan setempat.

Langkah pengamanan di area sekitar perumahan tersebut diklaim telah melibatkan unsur pengawas wilayah serta didampingi oleh petugas kepolisian sektor demi menjaga ketertiban hukum formal.

“Bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum," kata Marcel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung