Berita, Viral Sosmed

Bachrum Achmadi Sentil Polemik Ijazah Jokowi: Baru Kali Ini Ada Manusia Takut Ijazahnya Dilihat Orang

Repelita.net

04 August 2026 22:10 WIB • 440 view

Bachrum Achmadi Sentil Polemik Ijazah Jokowi: Baru Kali Ini Ada Manusia Takut Ijazahnya Dilihat Orang
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial Bachrum Achmadi menilai persoalan dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebenarnya dapat diselesaikan tanpa kerumitan jika dokumen fisik yang bersangkutan bersedia ditunjukkan ke publik secara terbuka.

Langkah pembuktian yang terkesan berbelit-belit justru dinilainya memicu polemik berlarut-larut serta menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

Bachrum menegaskan seseorang yang memegang dokumen resmi dan asli semestinya tidak akan ragu menunjukkan bukti keabsahan tersebut.

"Masalah ijazah dibikin rumit dan ruwet, padahal orang kalau punya ijazah asli dan legal tidak akan takut menunjukkannya ke orang," ujar Bachrum.

Ia menyampaikan rasa heran atas dinamika persoalan hukum dan publik yang dinilainya tidak biasa ini.

"Baru kali ini di dunia ada manusia takut keberadaan ijazahnya dilihat orang," lanjutnya.

Pegiat media sosial ini juga menyinggung pola komunikasi sang mantan presiden yang dianggapnya berbelit saat menghadapi persoalan tersebut.

Ia menekankan bahwa kejujuran tidak membutuhkan banyak alasan maupun penjelasan yang berputar-putar.

"Orang klo jujur pasti ga jelimet muter sana-sini, tapi kalau pembohong sudah pasti banyak alasan!," tegasnya.

Di sisi lain Praktisi Kesehatan Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menegaskan keyakinannya bahwa pengujian keaslian dokumen dapat dilakukan lewat pengamatan visual sederhana tanpa bergantung sepenuhnya pada laboratorium forensik.

"Ijazahnya gampang kita, gampang lah pokoknya kalau ijazah itu kita mau bukti ini palsu atau asli itu gampang, gak usah pakai labfor dengan kasat mata," ujar Tifa.

Ia menjelaskan kesimpulan tersebut didapatkan setelah timnya menguji dan meneliti berkas terkait selama ratusan hari.

"Diuntungkan dengan 450 hari di mana kita betul-betul melakukan pengkajian dan penelitiannya," ucapnya.

Mengenai barang bukti persidangan Dokter Tifa menyebut buku alumni sebagai salah satu berkas otentik yang pernah dijadikan acuan oleh pihak lawan.

"Oh iya, kan ini adalah buku alumni, otantik ya, ini asli. Jadi sempat waktu itu malah justru termul di awal-awal justru meeka, oh ini kan buktinya di halaman 280 ada namanya Joko Widodo gitu kan," tukasnya.

Namun demikian tim peneliti memilih fokus menganalisis detail karakteristik fisik ketimbang sekadar deretan nama yang tercantum.

"Jadi kita nggak terkesan dengan ada namanya Joko Widodo begitu. Yang terkesan buat kita kan kumis sama kacamata. Sama bentuk rahang yang berbeda dengan jarak mata," sebutnya.

Elemen analisis visual tersebut menjadi panduan utama bagi timnya dalam membedakan identitas fisik.

"Jadi itu protokol itulah yang kita lihat. Bukan dari sisi siapa nama dan sebagainya," imbuhnya.

Dokter Tifa juga melontarkan hipotesis mengenai pencatatan riwayat pendidikan yang tertera dalam berkas yang ditelitinya.

"Bahkan polemik yang berkembang ya termasuk bagian dari, saya belum bilang tesis ya, masih bilang hipotesis. Kalau begini, apalagi disini ditulis bahwa asal SLTA dari Jokowi Dodo yang ini adalah SMA 6 Yogyakarta," terangnya.

Temuan tersebut mendorong kebutuhan analisis retrospektif untuk menelusuri kemungkinan adanya dua figur berbeda.

"Berarti ada dua Joko Widodo dong. Jadi kita mesti retrospektif lagi nih investigasinya kan," jelasnya.

Penelusuran tersebut rencananya bakal menyasar instansi dinas pendidikan serta data penerimaan mahasiswa UGM angkatan 1980.

"Mulai di SMA 6 Yogyakarta, kita mau cari di suku dinas pendidikan dasar dan menengah di Jogja," bebernya.

Langkah ini dilakukan guna mengonfirmasi jumlah pemilik nama yang sama pada periode tahun tersebut.

"Sampai kemudian kita juga akan tracing pada saat 1980 itu. UGM tuh menerima berapa Joko Widodo sih, kan gitu," tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung