Berita, Nasional

“Amien Rais Soroti Bahaya Oligarki Kapitalis, Ingatkan Prabowo Jangan Tunduk pada Kepentingan Korporasi”

Repelita.net

16 May 2026 21:08 WIB • 700 view

“Amien Rais Soroti Bahaya Oligarki Kapitalis, Ingatkan Prabowo Jangan Tunduk pada Kepentingan Korporasi”
Foto: Istimewa

Repelita Yogyakarta - Politikus senior Amien Rais menyampaikan kritik mendalam mengenai fenomena kemerosotan esensi demokrasi global yang sering kali hanya menjadi formalitas administratif semata.

Menurutnya, banyak negara yang secara prosedural mengadopsi sistem demokrasi, namun pada hakikatnya dikendalikan penuh oleh kelompok oligarki kapitalis.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut dinilai memudahkan kelompok pemilik modal untuk menyetir arah kebijakan pemerintahan melalui instrumen gratifikasi kepada pucuk pimpinan negara.

Sebagai contoh nyata di tingkat internasional, mantan Ketua MPR tersebut menyoroti rekam jejak kepemimpinan Donald Trump di Amerika Serikat yang kerap dikritik akibat kompromi politik dengan kaum miliarder.

"The Trump administration rampant pay to play corruption threatens democracy," ucap Amien Rais mengutip ulasan sebuah majalah hak asasi manusia terbitan Maret 2026.

Selain menyoroti dinamika politik luar negeri, dirinya juga menyinggung masa kepemimpinan nasional sebelumnya di tanah air terkait transparansi tata kelola sektor industri ekstraktif.

Guna meluruskan arah bangsa ke depan, tokoh reformasi ini memberikan seruan moral secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinetnya di istana.

Pihaknya mengingatkan agar kepemimpinan nasional saat ini membentengi diri dari pengaruh transaksi ekonomi korporasi raksasa yang dapat merugikan hajat hidup masyarakat luas.

Dirinya membeberkan catatan mengenai dua agenda pertemuan formal antara kepala negara dengan sejumlah pengusaha besar nasional yang sempat memicu diskusi publik.

Pertemuan pertama disebut berlangsung di istana pada Maret 2025 untuk membahas skema investasi strategis, sedangkan agenda kedua terlaksana secara tertutup di Hambalang pada Februari 2026.

Meskipun demikian, tokoh pendiri partai ini meyakini tidak ada komitmen transaksional negatif yang terbangun dalam ruang diskusi bersama para pelaku usaha eksekutif tersebut.

Sebagai penutup wejangan politiknya, ia mengutip sejumlah dalil normatif kitab suci mengenai batasan moralitas manusia terhadap kepemilikan harta benda dan ujian kekuasaan di dunia.

"Fama mataul hayatid dunya fil akhirati illa qolil," tutur Amien Rais mengingatkan esensi kepemimpinan publik agar terhindar dari penyalahgunaan wewenang jabatan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung