Berita, Nasional

AHY Bilang Kekuasaan Bukan untuk Selamanya, Andreas PDIP: Itu Prinsip Negara Demokrasi

Repelita.net

07 September 2026 23:00 WIB • 633 view

AHY Bilang Kekuasaan Bukan untuk Selamanya, Andreas PDIP: Itu Prinsip Negara Demokrasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, memberikan pandangannya terhadap pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono perihal kekuasaan politik.

Pernyataan yang menyebutkan bahwa jabatan pemerintahan bukanlah hak milik seseorang untuk selamanya tersebut dinilai sebagai fondasi dasar dalam tatanan sistem demokrasi.

ADVERTISEMENT

“Apa yang dijelaskan Pak AHY, ya, memang prinsip-prinsip dasar dalam negara demokrasi seperti itu, bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan seseorang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bentuk pemerintahan yang absolut tanpa batas cenderung memicu penolakan keras serta perlawanan dari masyarakat di kemudian hari.

Sebagai perbandingan historis, ia merujuk pada masa pemerintahan Raja Louis XIV di Prancis yang mempraktikkan kekuasaan monarki mutlak dengan anggapan bahwa negara adalah dirinya.

Penerapan sistem kekuasaan tanpa batas tersebut pada akhirnya memicu gelombang Revolusi Prancis akibat perlawanan kaum borjuis terhadap otoritas penguasa mutlak.

Sebelumnya, pandangan mengenai dinamika politik tersebut disuarakan oleh Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara peringatan seperempat abad berdirinya Partai Demokrat di ibu kota negara.

Dalam pidato politiknya, ia menekankan bahwa penyelenggaraan pemilihan umum sepenuhnya merupakan mandat rakyat sehingga tidak boleh ada pihak yang menghalang-halangi hak konstitusional tersebut.

“Hakikatnya, pemilu adalah milik rakyat. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih,” ucap AHY.

Ia juga sempat mengenang stabilitas tata kelola pemerintahan yang berlangsung selama sepuluh tahun masa kepemimpinan Presiden keenam Republik Indonesia.

Menteri bidang infrastruktur tersebut kembali mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa kewenangan jabatan pemerintahan memiliki masa penugasan yang terbatas dan harus dikembalikan kepada rakyat.

“Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” ujar AHY.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung