Berita, Nasional

Agi Betha Soroti Pelemahan Oposisi dan Bahaya Pendekatan Militeristik di Era Pemerintahan Prabowo

Repelita.net

17 May 2026 13:28 WIB • 1,379 view

Agi Betha Soroti Pelemahan Oposisi dan Bahaya Pendekatan Militeristik di Era Pemerintahan Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jurnalis senior Agi Betha memberikan ulasan mendalam terkait sorotan tajam media internasional asal Inggris terhadap penurunan indeks demokrasi dan stabilitas fiskal di Indonesia.

Agi Betha mengungkapkan bahwa kekhawatiran mengenai menguatnya otoritarianisme dan pelemahan fungsi kontrol legislatif saat ini sudah menjadi perbincangan hangat di tingkat domestik.

ADVERTISEMENT

Kehadiran kritik dari lembaga pers global yang sangat kredibel tersebut menjadi pembenaran atas sinyalemen yang selama ini kerap disuarakan oleh para aktivis dan pengamat hukum di dalam negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa sebelumnya sempat melontarkan pembelaan keras dan mengkritik balik analisis yang dikeluarkan oleh media asing tersebut terkait pemindahan alokasi dana darurat pada Desember 2025.

Purbaya Yudi Sadewa menyatakan, "Saya salah." Gue bilang "Dasar majalah bego." Oh iya dong "dia punya ekonomnya." Dia punya ekonomnya harusnya ternyata emang dugaan saya betul dia enggak sepintar saya.

Menanggapi polemik tersebut, Agi Betha menyoroti bagaimana posisi tawar oposisi di parlemen kian tergerus sehingga fungsi pengawasan terhadap anggaran belanja negara menjadi tidak berjalan optimal.

Lemahnya kontrol legislatif ini berdampak langsung pada pembengkakan anggaran untuk program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.

Rencana ekspansi fiskal yang agresif tersebut dinilai sangat berisiko memicu capital flight atau penarikan modal asing secara masif yang kini mulai menekan posisi nilai tukar rupiah.

Selain masalah keuangan, Agi Betha juga mengkritisi fenomena perluasan keterlibatan militer dalam sektor publik serta wacana restrukturisasi sistem pemilihan kepala daerah secara tidak langsung.

Berbagai indikasi pendekatan militeristik dalam program strategis nasional dinilai berpotensi memicu gesekan sosial dan mengembalikan model politik era Orde Baru.

Situasi ini diperparah oleh adanya penyaringan informasi di lingkaran utama kekuasaan yang membuat presiden tidak mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi riil di masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung