Repelita Bandung - Kabar mutakhir datang dari palang pintu pertahanan senior Achmad Jufriyanto pasca-berakhirnya tensi tinggi di markas skuat Juku Eja.
Dalam lawatan tersebut, pemain bertahan berpengalaman ini diketahui sempat mendapatkan tindakan fisik kurang terpuji dari oknum tidak bertanggung jawab saat hendak menuju lorong ruang ganti pemain.
ADVERTISEMENT
Insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran massal di kalangan pencinta sepak bola tanah air lantaran potongan klip penyerangannya tersebar luas secara berantai di berbagai linimasa.
Guna meredam kepanikan publik, sang pemain akhirnya memberikan konfirmasi langsung mengenai keadaan fisiknya terkini lewat unggahan cerita pada akun media sosial personalnya di Instagram @achmad16jufriyanto pada Senin 18 Mei 2026.
Melalui postingan di platform digital tersebut, dirinya berupaya menenangkan basis pendukung setia Maung Bandung yang telanjur mencemaskan kondisi kebugarannya pasca-laga.
Ia memajang sebuah foto potret diri yang memperlihatkan ekspresi wajah sangat ceria tanpa raut trauma sedikit pun di depan kamera ponselnya.
Dalam dokumentasi digital itu, dirinya tampak mengenakan seragam kasual berwarna biru kebanggaan klub sembari mengumbar senyum lebar ke arah para pengikutnya di dunia maya.
Raut semringah tersebut diposisikan sebagai sinyal kuat bahwa dirinya berada dalam status yang aman dan terhindar dari dampak cedera fisik yang serius.
Tidak sampai di situ, ia juga melengkapi penampilannya dengan pose dua jari yang menyimbolkan perdamaian dan ketenangan jiwa dalam merespons kejadian buruk yang dialaminya.
Potret visual tersebut secara tidak langsung mematahkan spekulasi miring mengenai potensi cedera otot atau gangguan psikis akibat intimidasi oknum penonton sepak bola di lapangan hijau.
Langkah komunikatif yang dipilih oleh punggawa lini belakang ini terbilang cukup unik dan cerdas dalam menetralisir kegaduhan yang meluas di ruang siber.
Sebab pada unggahan potret diri tersebut, ia turut menyematkan trek musik lawas ciptaan grup vokal kenamaan tanah air yang berjudul Aku Baik-Baik Saja sebagai instrumen latar belakangnya.
Penyertaan lagu tersebut dinilai oleh netizen sebagai bentuk jawaban tersirat atas insiden penendangan yang menimpanya saat berjalan cepat mengamankan diri ke dalam stadion.
Melalui media ekspresi digital ini, sang pemain bertahan seolah ingin meyakinkan kolega dan suporter bahwa kondisi raga maupun mentalnya tetap tangguh dan tidak goyah sama sekali akibat gesekan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok