Berita, Internasional

Pentagon Akui Damai dengan Iran Tersendat di Tengah Klaim Kemenangan Trump

Repelita.net

29 April 2026 16:52 WIB • 1,013 view

Pentagon Akui Damai dengan Iran Tersendat di Tengah Klaim Kemenangan Trump
Foto: Istimewa

Repelita Washington, DC - Pentagon akhirnya angkat suara di tengah kesaksian perdana Pete Hegseth di Kongres, mengakui bahwa upaya damai dengan Iran masih tersendat meskipun Trump mengklaim kemenangan militer.

Dua bulan pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, Iran masih menolak bergeming dengan blokade Selat Hormuz yang terus mencekik jalur energi global.

ADVERTISEMENT

Harga minyak dunia melonjak drastis sementara kapal-kapal dagang terpaksa melambat, menciptakan gelombang kecemasan yang merambat ke seluruh pasar keuangan internasional.

Di ruang rapat Kongres yang tertutup, Hegseth menyampaikan bukti-bukti bahwa konflik sebenarnya masih membara meski pernyataan resmi dari Gedung Putih bersikap sebaliknya.

"Kami melihat peningkatan aktivitas militer Iran di sekitar perairan Teluk," demikian salah satu poin penting dari kesaksian yang bocor kepada媒体 tersebut.

Marco Rubio mengakui bahwa tawaran damai dari Iran yang difasilitasi Pakistan memang lebih baik dari perkiraan, tetapi keraguan terhadap otoritas negeri Persia itu masih sangat tinggi.

Trump sebelumnya sempat menyatakan Iran telah dikalahkan secara militer di hadapan Raja Inggris, sebuah pernyataan yang langsung mendapat bantahan keras dari Teheran.

Militer Iran merespons dengan mengumumkan bahwa mereka masih memiliki banyak kartu untuk dimainkan jika pertempuran benar-benar berlanjut ke fase berikutnya.

Di perbatasan Lebanon, ketegangan antara Israel dan Hizbullah terus memanas dengan serangan dan balasan yang masih berlangsung meski gencatan senjata telah diperpanjang.

Situasi ini menunjukkan bahwa peperangan melawan Iran tidak berdiri sendiri melainkan menjalar ke berbagai simpul konflik di Timur Tengah.

Di kawasan Teluk, negara-negara penghasil minyak mulai menyuarakan kekhawatiran akan terjebak dalam situasi "konflik beku" tanpa akhir yang jelas.

Kritik juga datang dari Eropa, terutama Kanselir Jerman yang menilai Washington belum memiliki strategi koheren dalam menghadapi kebuntuan diplomasi dengan Teheran.

Hegseth dijadwalkan akan melanjutkan kesaksiannya selama dua hari ke depan, membuka kemungkinan terungkapnya lebih banyak fakta tentang kebuntuan ini menjelang pemilu paruh waktu Amerika.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung