Berita, Nasional

Mahfud Prihatin Prabowo Sebut Jurnalis Londo Ireng: Agak Menyakitkan, Dia Sangat Antikritik

Repelita.net

29 July 2026 00:32 WIB • 868 view

Mahfud Prihatin Prabowo Sebut Jurnalis Londo Ireng: Agak Menyakitkan, Dia Sangat Antikritik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penggunaan istilah kolonial oleh kepala negara terhadap insan pers serta pegiat sosial menuai sorotan tajam dari tokoh hukum nasional.

Ungkapan historis tersebut dinilai mencerminkan resistensi terhadap pengawasan publik serta melukai rasa keadilan pihak yang menyampaikan kritik.

ADVERTISEMENT

Presiden ini tidak suka pada kritik, selalu mengatakan ini negara demokrasi, silakan kritik pemerintah, tapi sesudah itu menghantam balik para pengkritiknya tanpa penjelasan yang substantif, katanya, Selasa (28/7/2026), dikutip dari YouTube Mahfud MD Official.

Penggunaan sebutan masa lalu tersebut dianggap sangat sensitif karena mengandung muatan stigma negatif terkait pengkhianatan terhadap perjuangan bangsa.

Jadi kalau orang disebut londo ireng itu kalau kritik dia, seperti LSM, pengamat, jurnalis yang paling banyak, itu agak menyakitkan karena londo ireng itu sejarahnya pengkhianatan terhadap perjuangan, ucap Mahfud.

Latar belakang historis penyebutan istilah tersebut turut diuraikan guna memperjelas konotasi pengabdian terhadap kepentingan penjajah tempo dulu.

Kerugian Belanda sangat besar sehingga didatangkan Benjamin Sigar di situ, nah di situlah orang Jawa itu menyebut londo ireng, meskipun kulitnya putih tetap disebut londo ireng.

Benjamin ini sesudah pulang kan naik pangkat, jelas Mahfud.

Kontradiksi antara retorika keterbukaan informasi dengan tindakan reaktif pemerintah terhadap pengkritik dinilai menciptakan ketegangan psikologis di ruang publik.

Ketika Pak Prabowo menyebut jurnalis londo ireng, dia sangat antikritik di dalam tindakannya, tetapi ucapannya silakan kritik, ini negara demokrasi, tapi ketika ada orang kritik disebut londo ireng, katanya.

Kritikus pemerintah justru menegaskan bahwa elemen masyarakat sipil tidak pernah berafiliasi dengan kepentingan asing sebagaimana tuduhan terselubung tersebut.

Itu kan kaitannya londo ireng itu antek asing karena anteknya Belanda kan, kalau sekarang konteksnya antek asing, sementara kita ini yang kritik-kritik tidak pernah berhubungan dengan antek asing, yang berhubungan dengan asing kan pemerintah, ujarnya.

Pernyataan spontan pemimpin tertinggi negara yang dibalut gurauan dipandang memerlukan koreksi serius agar tidak memperkeruh dinamika demokrasi.

Kalau kita selalu memberi solusi, masa disebut londo ireng.

Kalau londo ireng itu tugasnya menumpas gerakan kemerdekaan, tuturnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung