Berita, Nasional

Idrus Marham Ajak Mahasiswa Kawal Reformasi Ekonomi Nasional dan Usut Tuntas Korupsi Makan Bergizi Gratis

Repelita.net

14 June 2026 00:36 WIB • 983 view

Idrus Marham Ajak Mahasiswa Kawal Reformasi Ekonomi Nasional dan Usut Tuntas Korupsi Makan Bergizi Gratis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi unjuk rasa yang dilakukan kalangan mahasiswa pada Jumat, 13 Juni 2026, dinilai sebagai cermin keresahan masyarakat terhadap dinamika pembangunan ekonomi bangsa.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, memberikan tanggapan terkait gerakan tersebut pada Sabtu, 13 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, setiap mahasiswa memang memiliki hak konstitusional untuk menyuarakan aspirasi di ruang publik secara demokratis.

Namun, ia mendorong agar kekuatan gerakan tersebut dapat difokuskan pada upaya perbaikan mendasar terhadap sistem tata kelola ekonomi nasional.

“Mahasiswa punya hak demokrasi untuk menyampaikan pendapat.Tetapi kita berharap energi gerakan mahasiswa diarahkan pada persoalan yang lebih fundamental, yaitu bagaimana memperbaiki tata kelola ekonomi nasional,” ujar Idrus.

Terkait skandal korupsi program Makan Bergizi Gratis, ia menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung harus terus berjalan tanpa intervensi.

Momentum hukum ini menurutnya harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk memancarkan sekaligus membenahi seluruh alur pelaksanaan program agar tepat sasaran.

“Kalau ada yang terlibat, siapa pun dia, hukum harus ditegakkan.Tetapi di sisi lain, program ini juga harus diperbaiki agar benar-benar mencapai tujuan untuk rakyat,” kata Idrus.

Selain itu, ia menyoroti isu kebocoran ekonomi nasional akibat praktik manipulasi perdagangan yang diperkirakan telah berlangsung selama puluhan tahun.

Potensi kerugian negara yang mencapai 908 miliar Dolar AS atau sekitar Rp15.400 triliun dari sektor tersebut disebutnya menjadi tantangan besar yang harus dikawal ketat.

Idrus meyakini pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta konsistensi melakukan reformasi tata kelola ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa langkah-langkah penataan ekonomi tidak dapat diselesaikan secara instan dan memerlukan sinergi yang berkelanjutan dari berbagai pihak.

“Ini bukan pekerjaan satu hari. Kalau ini menjadi gerakan, maka harus dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan,” ungkap Idrus.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung