Repelita Jakarta - Polemik terkait insiden keracunan massal yang diduga bersumber dari program makanan bergizi gratis kembali menuai kecaman luas di tengah warganet.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @yusuf_dumdum pada tanggal 5 September 2026 yang menyoroti perdebatan dalam rapat resmi.
ADVERTISEMENT
Dalam postingan itu, pemilik akun menyampaikan pernyataan yang mengungkap tanggapan pihak pengelola mitra program ketika menghadiri rapat dengar pendapat.
Unggahan tersebut memuat kutipan kalimat Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Tana Toraja terkait MBG yang sebabkan keracunan, Mitra SPPG Mengatakan "Kalau sudah tahu bau kenapa masih dimakan?".
Cuitan itu lantas direspons dengan nada geram oleh pemilik akun melalui kalimat Lha kalau sudah tahu basih kenapa makanan masih didistribusikan dan dibagikan ke anak-anak?.
Berbagai tanggapan kritis langsung memadati kolom balasan dari para pengguna media sosial yang mengecam pernyataan pihak pengelola mitra program tersebut.
Salah satu kecaman keras dilontarkan oleh akun @SSBudiman123 melalui tanggapan bernada satire tajam.
Komentar dari warganet tersebut berbunyi Maaf, kalau bicara mohon pakai otak, jangan pakai mulut saja ..
Bau tidak bau tetap terima duit?
Menang terus dong .. : ).
Kemarahan serupa juga diungkapkan oleh akun @wah121519_wahyu yang menyoroti tekanan psikologis yang dialami para siswa di sekolah.
Pernyataan warganet tersebut menuliskan MATAMU PICEK,ITU ANAK2,DAN SELAMA INI MEREKA DITEKAN HARUS MAKAN ,ANAK2 SEKOLAH SEKARANG INI PADA STRESS SEMUA KARENA PROGRAM MBG MASBRO...😭😭😭👏👏.
Sementara itu, akun @DahanUbi memberikan pandangan agar masyarakat lebih berhati-hati serta selektif dalam mengonsumsi bantuan makanan.
Tanggapan tersebut berbunyi Makanya sadarlah masyarakat....keracunanpun kita masih salah.
Stop lah kita makan mbg dg kesadaran penuh jangan spt orang yg tidak pernah makan, begitu dikasih mbg langsung tancap gas....
Pandangan mengenai pertanggungjawaban hukum turut disuarakan oleh akun @dahono413 dalam utas diskusi yang sama.
Komentar itu menyatakan Sbuah konsekwensi logis.terima aja segala resikonya,toh ga ada daya upaya kongkrit utk menolak.
Kritik tajam yang meminta perhatian pejabat berwenang disampaikan langsung oleh akun @SotoAyam1970 dalam komentarnya.
Pernyataan warganet tersebut berbunyi Kepada kepala BGN @SudaryonoSudar , sebangs*t apa ini SPPG tidak merasa bersalah?.
Sentimen kekecewaan mendalam juga disuarakan oleh akun @jayanantaqkalah menanggapi sikap lepas tangan pengelola.
Komentar tersebut menuliskan Benar sih.
Tapi itu pernyataan yang kurang ajar!.
Tuntutan agar persoalan tersebut dibawa ke jalur hukum disampaikan oleh akun @BatamWish melalui balasan singkat.
Pernyataan dari akun tersebut berbunyi tutup dialog!
mereka harus dituntut dimeja hijau.
SELESAI.
Analisis kritis mengenai implikasi pernyataan mitra program disampaikan oleh akun @Marijoana_69.
Komentar tersebut berbunyi Secara tidak langsung mereka sudah mengakui klo makanan itu beracun.
Berbagai kecaman pedas lainnya turut dilayangkan oleh sejumlah warganet seperti akun @galsvanyas dan @seekracle. Pernyataan dari para pengguna tersebut mengecam keras lambannya penanganan serta minimnya empati dari para pengurus program terhadap korban anak-anak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Tana Toraja terkait MBG yang sebabkan keracunan, Mitra SPPG Mengatakan "Kalau sudah tahu bau kenapa masih dimakan?"
— Dumdum (@yusuf_dumdum) September 5, 2026
Lha kalau sudah tahu basih kenapa makanan masih didistribusikan dan dibagikan ke anak-anak? pic.twitter.com/CJt3ktPmTS