Repelita Jakarta - Pakar geopolitik kawasan Timur Tengah, Dina Sulaeman, melayangkan kritik terhadap efektivitas langkah diplomasi sebatas kecaman lisan yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam menyikapi dugaan penahanan sepihak terhadap relawan kemanusiaan asal Indonesia oleh otoritas militer Tel Aviv.
Menurut analisisnya, tindakan sepihak dari militer zionis dalam insiden pengadangan kapal misi Global Sumud Flotilla yang sedang bertolak menuju wilayah Jalur Gaza tersebut tidak akan pernah bisa dihentikan apabila pemerintah Indonesia hanya mengandalkan retorika politik konvensional yang minim tekanan nyata.
ADVERTISEMENT
Karakteristik kebijakan luar negeri pemerintahan Benjamin Netanyahu dinilai sudah terbiasa mengabaikan berbagai macam bentuk boikot verbal maupun nota protes diplomatik normatif yang dilayangkan oleh komunitas internasional.
Di sisi lain, peluang untuk memanfaatkan pengaruh politik global melalui perantara Washington sebagai sekutu utama zionis dipandang memiliki banyak hambatan struktural yang cukup berat bagi posisi tawar Indonesia.
Lemahnya posisi tawar pemerintah Jakarta di hadapan perwakilan Gedung Putih dalam urusan kemerdekaan bangsa Palestina ditengarai bakal membuat opsi mediasi melalui jalur Amerika Serikat menjadi kurang berbobot dan lamban menghasilkan solusi konkret.
Guna menyiasati kebuntuan tersebut, perwakilan diplomatik Indonesia disarankan segera mengalihkan poros negosiasi taktis dengan merangkul pemerintah Yordania yang diketahui memiliki kedekatan relasi personal maupun politik yang sangat kuat dengan Presiden Prabowo Subianto.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok