Berita, Ekonomi

Whoosh Disorot, Arif Wicaksono Desak Audit dan Pertanyakan Beban Utang BUMN serta Nilai Proyek

Repelita.net

08 September 2026 17:37 WIB • 426 view

Whoosh Disorot, Arif Wicaksono Desak Audit dan Pertanyakan Beban Utang BUMN serta Nilai Proyek
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Polemik mengenai proyek kereta cepat Whoosh kembali mencuat setelah Arif Wicaksono mempertanyakan manfaat proyek tersebut dibandingkan dengan beban utang yang dikaitkan dengan BUMN.

Melalui akun @arifbalikpapan1, Arif menilai keberadaan Whoosh tidak semestinya hanya dilihat sebagai simbol kebanggaan pembangunan, tetapi juga perlu dikaji dari sisi pembiayaan dan dampaknya terhadap negara serta masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Proyek Whoosh hanya untuk kebanggaan? Tak sebanding sama utang yang ditanggung BUMN, imbasnya ke negara dan rakyat. Sebaiknya @Danantara_ri dan @KemenkeuRI segera audit. Nilai proyek Whoosh dibanding kereta cepat lainnya juga terlihat janggal”

Pernyataan tersebut disampaikan Arif melalui unggahan di X pada 8 September 2026 dan kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna lain yang berbeda pandangan mengenai pembiayaan serta proses pembangunan Whoosh.

Salah satu tanggapan datang dari akun @dawiguna yang menekankan bahwa persetujuan utang untuk pembangunan Whoosh telah dilakukan sejak tahap perencanaan proyek dan berkaitan dengan keputusan BUMN.

“PADA SAAT WHOOSH DIRENCANAKAN, HUTANG SUDAH DISETUJUI itu dulu dipahami: BUMN menyetujui hutang, dan itu bukan karena Jokowi. Itu karena perhitungan jangka panjang dalam pembangunan Whoosh BUMN tdk menyetor seperti yang direncanakan. Hingga harus diambil tindakan, krn PSN dan”

Perdebatan kemudian berlanjut ketika akun @anNOOOR90 memberikan pandangan berbeda mengenai ukuran keberhasilan sebuah proyek yang menggunakan pembiayaan besar.

“Kebanggaan itu kalau untung.. Laiya proyek rugi kok kebanggaan.? Kena tipu oleh Jokowi, awalnya dia bilang b to b ternyata kok sekarang pemerintah (apbn) yg tanggung.”

Sorotan Arif pada Whoosh terutama berkaitan dengan pertanyaan mengenai besarnya kewajiban BUMN, keterlibatan pemerintah, serta apakah nilai ekonomi proyek tersebut sebanding dengan beban pembiayaan yang muncul.

Di sisi lain, tanggapan yang diberikan pengguna lain memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas keputusan pembiayaan dan bagaimana proyek strategis nasional seharusnya dinilai.

Perdebatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai Whoosh tidak hanya menyangkut operasional kereta cepat, tetapi turut menyentuh persoalan utang BUMN, penggunaan anggaran negara, mekanisme pembiayaan, serta manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Dengan adanya tuntutan audit dari Arif, pembahasan mengenai besaran investasi dan kewajiban yang berkaitan dengan Whoosh kembali menjadi perhatian publik di media sosial, sementara sejumlah pengguna memberikan argumen berbeda mengenai dasar pembiayaan proyek tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung