Repelita Tel Aviv - Sejumlah kepala daerah di Israel mulai berani menyuarakan protes keras terhadap pemerintahan rezim Zionis karena mereka tidak kuasa menahan tangis akibat serangan rudal Iran yang terus mengguncang wilayah mereka nyaris tanpa henti.
Keresahan tersebut setidaknya diungkapkan oleh Wali Kota Kiryat Shmona, Avichay Stern, yang bahkan melancarkan serangan verbal terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena dianggap gagal memberikan perlindungan bagi penduduknya.
ADVERTISEMENT
Ia mengungkap realita pahit yang dialami warganya yang hidup dalam ketakutan, harus berlari ke bunker setiap kali sirene berbunyi, dan mempertaruhkan nyawa mereka dalam hitungan detik.
Negara wajib memberi rasa aman kepada warganya, kalian sudah gagal, demikian kata Stern dengan nada berlinang air mata saat menyampaikan kritik pedasnya terhadap pemerintah.
Menurut dia, dari anak kecil hingga lansia, semua warga harus menghadapi situasi yang tidak manusiawi di tengah konflik yang terus berlangsung tanpa kepastian kapan akan berakhir.
Stern juga menuduh pemerintah Israel gagal memberikan perlindungan dasar bagi warga yang masih bertahan di kota tersebut, terutama terkait fasilitas pertahanan yang tidak memadai.
Ia menyoroti bahwa sekitar 4.700 apartemen di Kiryat Shmona tidak memiliki perlindungan bom yang memadai atau fortifikasi untuk menghadapi serangan roket yang terus diluncurkan.
Saya bangun setiap pagi dengan perasaan seolah-olah Israel-lah yang memerangi saya, bukan Hizbullah atau Iran, demikian pernyataan Stern yang menggambarkan rasa frustrasinya terhadap kebijakan pemerintah.
Lebih lanjut ia juga mempertanyakan moralitas pemerintah yang mengirim warga sipil ke garis depan tanpa perlindungan yang layak di tengah eskalasi konflik yang semakin memanas.
Stern juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap sekitar 10.000 warga yang masih bertahan di kota tersebut, termasuk anak-anak dan lansia, yang harus hidup di ruang bawah tanah selama berhari-hari.
Ia mengklaim bahwa meskipun pemerintah membuat berbagai keputusan yang diumumkan melalui televisi, dana bantuan yang dijanjikan sering kali tidak kunjung sampai ke kota yang dipimpinnya.
Stern merasa ditinggalkan atau disingkirkan oleh pemerintah dalam berbagai kunjungan resmi kenegaraan, seolah wilayahnya tidak lagi menjadi prioritas dalam upaya perlindungan warga sipil.
Protes keras terhadap kebijakan pemerintah juga sempat disuarakan oleh Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, yang turut menyoroti ketidakmampuan pemerintah melindungi warganya.
Akibat serangan rudal Iran yang terus menghujani kota-kota di wilayah Israel, puluhan ribu orang dilaporkan telah mengungsi dari rumah-rumah mereka untuk menyelamatkan diri.
Sebelumnya, pada gelombang balasan ke-81, Iran meluncurkan rudal-rudal presisi Khorramshahr-4 hingga Qader dengan sandi Ya Baqir Al-Ulum sebagai bentuk pembalasan.
Balasan ini dipersembahkan bagi para tentara syuhada termasuk komandan senior Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam, Sayyid Izadi, yang gugur dalam konflik sebelumnya.
Operasi tersebut berhasil menghantam lebih dari 70 titik di wilayah pendudukan Zionis secara intens, mulai dari Haifa, Dimona, Hadera atau Alkadriah, hingga Tel Aviv yang menjadi pusat pemerintahan Israel.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok