Repelita Jakarta - Kritik tajam bertubi-tubi kembali diarahkan kepada pucuk pimpinan pemerintahan pusat menyusul lambannya penanganan darurat di tengah gelombang bencana alam yang menghantam daerah.
Berdasarkan unggahan akun @virdian_aurellio
ADVERTISEMENT
pada empat jam lalu, Virdian Aurellio melontarkan desakan keras agar kepala negara segera turun tangan meninjau langsung lokasi musibah.
Pak Presiden kami tau anda sibuk tapi anda punya pilihan, untuk berangkat atau mendelegasikan, tulis Virdian Aurellio menyoroti prioritas kerja sang pemimpin.
Masyarakat terdampak dinilai tidak memiliki opsi lain selain bertahan di tengah kepungan krisis tempat tinggal, fasilitas pendidikan, serta ancaman keselamatan jiwa setiap detik.
Seruan moral tersebut sontak memantik gelombang kekecewaan massal dari para pengguna internet di kolom komentar linimasa.
Akun @nurlaella0
pada empat jam lalu ikut meluapkan rasa frustrasinya atas respons pemerintah yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan warga.
Asli capek banget buat ngasih tau presiden kita ya, gue slalu liat postingan lo yg meng kritisi pemimpin yg sukanya wara wiri keluar negri ini.
Apakah ada satu aja yg didenger, tambah warganet tersebut menyayangkan sikap penguasa yang dituding menutup telinga dari kritik publik.
Kritik pedas berlanjut dari akun @arieramadhann
pada empat jam lalu yang menyoroti kapasitas manajerial kepala negara.
Prabowo gak pernah belajar tentang “ Leadership “, cetusnya singkat.
Pernyataan yang lebih keras dilontarkan oleh akun @jac_evo
pada 30 menit lalu yang mempertanyakan orientasi kekuasaan sang presiden.
Karena tujuan Prabowo terpilih hanya untuk menjadi PENGUASA...BUKAN UNTUK MENJADI PRESIDEN NEGARA INDONESIA...FAKTA..!!, tulisnya bernada tudingan keras.
Pandangan sinis serupa diungkapkan oleh akun @angelinakennyterok
pada empat jam lalu terkait perjalanan panjang politik sang tokoh.
Inilah pemimpin yang Tiga kali nyalon gagal,sekali nya tembus,seakan-akan dia itu RAJA, sindirnya pedas.
Keluhan senada disampaikan oleh akun @floragoldameikeane
pada empat jam lalu yang merasa lelah berteriak menuntut keadilan.
Emang bebal orang nya. Capek banget loh koar-koar tapi ga dianggap, ungkapnya kecewa.
Sorotan terhadap lingkaran ring satu kekuasaan turut dilayangkan oleh akun @qorei_
pada empat jam lalu.
Elit di bawah Prabowo itu penjilat semua bang, mulut-mulut ABS, susah harus di tarik kupingnya si Bowo Itu, tulisnya menyoroti budaya asal bapak senang di kabinet.
Meskipun menuai banyak pengabaian, akun @itsme_anirahmawati
pada empat jam lalu tetap memberikan dorongan moral agar gerakan kritik tidak pernah padam.
Tetaplah bersuara walaupun mereka ngga mau mendengar, ajaknya menyemangati.
Gelombang kemarahan netizen ditutup oleh komentar singkat bernada kecaman dari akun @helterskelterthecrue
pada empat jam lalu.
Memang dasarnya gk punya empati!!!, tandas warganet tersebut mengakhiri diskursus panas di linimasa. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok