Repelita [Jakarta] - Unggahan kontroversial yang membandingkan aturan ibadah umat Yahudi dengan isu perilaku menyimpang memicu perdebatan sengit di media sosial X.
Sebuah akun bernama Mo Khan melalui unggahannya pada 31 Mei 2026 menuliskan narasi yang mempertanyakan kepatuhan terhadap aturan Sabat di tengah tudingan negatif lainnya.
ADVERTISEMENT
Tangkapan layar dari image_96a081.png dan image_96a0a2.jpg memperlihatkan cuitan tersebut yang berbunyi:
Jews have the weirdest rules. Can’t use your phone on Saturdays but it’s okay to be a pedophile.
Narasi ini mengaitkan pelarangan penggunaan teknologi pada hari Sabat dengan tuduhan tidak berdasar terhadap komunitas tersebut.
Dalam tradisi Yudaisme, hari Sabat yang berlangsung dari Jumat malam hingga Sabtu malam memang menjadi waktu untuk beristirahat total dari aktivitas kerja.
Terdapat 39 kategori larangan utama, yang dikenal sebagai Melachot, yang merujuk pada aktivitas pembangunan Kemah Suci di masa lampau.
Pada era modern, otoritas Ortodoks melarang penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer karena dianggap memicu aliran listrik yang setara dengan menyalakan api.
Praktik ini dilakukan umat Yahudi sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum agama, bukan merupakan pembenaran atas perilaku di luar koridor hukum dan moral.
Pengaitan aturan agama dengan isu perilaku pidana yang dilakukan oleh akun media sosial tersebut dinilai sebagai bentuk generalisasi yang tendensius.
Hingga saat ini, unggahan tersebut terus menuai berbagai reaksi dari warganet di platform X dengan beragam sudut pandang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Jews have the weirdest rules
— Mo Khan (@mokhanhim) May 30, 2026
Can’t use your phone on Saturdays but it’s okay to be a pedophile 🤣
— No Dress Rehearsal 🇨🇦 (@bainer_t) May 30, 2026