Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Thomas Djiwandono Disorot, Rupiah Melemah di Tengah Isu Konflik Kepentingan

Repelita.net

31 May 2026 22:40 WIB • 706 view

[VIRAL] Thomas Djiwandono Disorot, Rupiah Melemah di Tengah Isu Konflik Kepentingan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Isu dugaan konflik kepentingan dan praktik nepotisme kembali menjadi perbincangan publik setelah akun media sosial X milik Dimar Sasongko mengulas proses perpindahan jabatan strategis yang melibatkan Thomas Djiwandono.

Dalam unggahannya pada 30 Mei 2026, akun X milik Dimar Sasongko menyoroti posisi Thomas Djiwandono yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus mantan Bendahara Umum Partai Gerindra selama belasan tahun.

ADVERTISEMENT

“Thomas Djiwandono adalah keponakan kandung Prabowo, anak dari kakak kandungnya,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu juga menyinggung perjalanan karier Thomas yang disebut telah memegang kendali keuangan partai selama 17 tahun sebelum masuk ke lingkaran pengelolaan fiskal negara.

“17 tahun jadi Bendahara Umum Gerindra , pengendali keuangan partai pamannya sendiri,” lanjut akun tersebut.

Dimar juga menyoroti keputusan Presiden Joko Widodo yang melantik Thomas sebagai Wakil Menteri Keuangan II pada Juli 2024, beberapa bulan sebelum Prabowo resmi menjabat sebagai presiden.

“Analis langsung soroti: ini berpotensi konflik kepentingan dan nepotisme,” tulisnya lagi.

Sorotan semakin tajam ketika muncul isu perpindahan Thomas menuju posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Januari 2026.

Menurut unggahan tersebut, proses perpindahan itu terjadi saat tidak ada posisi kosong di Bank Indonesia sehingga memunculkan spekulasi adanya pengaturan jabatan.

“Masalahnya , tidak ada kursi kosong,” tulis akun tersebut.

“Solusinya? Deputi BI Juda Agung tiba2 mundur padahal masa jabatannya sampai 2027. Thomas masuk,” lanjut unggahan itu.

Dalam cuitan yang sama, Dimar juga menyinggung perpindahan Juda Agung ke posisi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas.

“Juda digeser ke posisi Wamenkeu yang Thomas tinggalkan. Tukar guling jabatan strategis negara,” tulisnya.

Nama Menteri Keuangan Purbaya turut disebut dalam unggahan tersebut terkait komentar mengenai isu pertukaran posisi tersebut.

“Menkeu Purbaya ditanya wartawan soal ini, jawabnya: ‘Kelihatannya begitu [tukar guling]. Saya dengar juga begitu,’” tulis akun itu.

Selain itu, unggahan tersebut juga menyoroti status Thomas yang baru mundur dari Partai Gerindra pada Desember 2025 atau hanya sebulan sebelum masuk ke Bank Indonesia.

“17 tahun pegang dompet partai, baru keluar saat mau masuk bank sentral,” tulis Dimar.

Unggahan itu turut mengaitkan polemik tersebut dengan kondisi nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp17 ribu per dolar AS ketika isu itu ramai dibicarakan publik.

“Reaksi pasar tidak bohong: rupiah nyaris Rp17.000 saat isu ini mencuat. Analis sebut itu hukuman pasar,” tulisnya.

Dimar kemudian mempertanyakan independensi Bank Indonesia jika posisi strategis diisi figur yang memiliki kedekatan politik dengan penguasa.

“BI itu harusnya independen dari politik,” tulis akun tersebut.

“Kini dijaga keponakan presiden, mantan bendahara partai presiden,” lanjutnya.

Dalam penutup unggahannya, akun tersebut menilai situasi seperti itu di negara lain bisa memicu krisis kepercayaan terhadap institusi negara.

“Di negara lain ini sudah cukup memicu krisis kepercayaan institusi. Di sini? DPR menyetujuinya,” tulisnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung