Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tere Liye Sentil BNI soal Uang Umat Rp28 Miliar Hilang, Bank Untung Besar Kok Banyak Alasan

Repelita.net

19 April 2026 20:47 WIB • 967 view

[VIRAL] Tere Liye Sentil BNI soal Uang Umat Rp28 Miliar Hilang, Bank Untung Besar Kok Banyak Alasan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penulis Tere Liye angkat bicara menanggapi kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum Bank BNI yang mengakibatkan hilangnya uang tabungan umat sebesar Rp28 miliar, seperti yang diungkap oleh seorang suster bernama Natalia melalui unggahan di media sosial.

Saya sedih membaca kasus uang hilang di BNI ini, ini tuh bukan satu-dua kali terjadi, tulis Tere Liye dalam pernyataannya pada Minggu, 19 April 2026.

ADVERTISEMENT

Ia kemudian memberikan sejumlah pelajaran penting agar kasus serupa tidak terulang lagi di kemudian hari, terutama bagi masyarakat yang kerap bertransaksi melalui perbankan.

Pertama, Tere Liye mengingatkan bahwa semua transaksi keuangan di bank harus dilakukan di dalam kantor bank, jangan pernah menyerahkan uang kepada pegawai di luar kantor, sedekat apa pun hubungan dengan pegawai tersebut.

Kedua, jika tetap ingin menggunakan fasilitas antar jemput cash, masyarakat harus menambahkan lapisan keamanan dengan selalu mengecek saldo tabungan, bilyet deposito, dan investasi melalui internet banking atau aplikasi resmi bank.

Jika tabungan, deposito, atau investasi tersebut tidak bisa dicek secara online, maka hampir bisa dipastikan itu adalah modus penipuan, atau masyarakat juga bisa mengecek melalui call center resmi bank yang bersangkutan.

Ketiga, Tere Liye mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan produk investasi yang ditawarkan pegawai bank, terutama yang mengaku sebagai produk off balance sheet atau di luar sistem.

Ia menegaskan bahwa tidak ada produk investasi yang menawarkan bunga tidak masuk akal, karena suku bunga deposito biasanya tidak jauh berbeda dengan acuan BI Rate yang saat ini sekitar 4,75 persen.

Jika ada pegawai bank yang menawarkan bunga deposito hingga 8 persen, maka itu sudah tidak masuk akal dan patut dicurigai sebagai modus penipuan, ujar Tere Liye.

Penulis novel tersebut juga menyoroti laba bersih BNI yang mencapai Rp20 triliun pada tahun 2025, serta gaji direksi dan komisaris yang disebutnya mencapai lebih dari Rp500 miliar per tahun dengan pajak penghasilan ditanggung bank.

Ia berpendapat bahwa jika ada nasabah yang ditipu oleh pegawai bank, maka pihak bank juga ikut bertanggung jawab karena mengawasi dan memastikan pegawainya tidak menggunakan nama BNI untuk menipu adalah tugas bank.

Tere Liye mempertanyakan mengapa oknum pegawai tersebut bisa tidak dirotasi selama lebih dari lima tahun sejak penipuan pertama kali terjadi pada 2019, sehingga aksinya tidak terdeteksi lebih cepat.

BNI, kamu ganti saja uang itu, bank besar dengan laba Rp20 triliun, urusan duit upil segini drama, giliran nasabah ditipu, direksi dan komisaris kok banyak alasan, sindir Tere Liye dengan nada kesal.

Ia menegaskan bahwa bank seharusnya secara rutin merotasi pegawai-pegawainya agar jika terjadi sesuatu dapat diketahui lebih cepat dan tidak berlarut-larut seperti kasus ini.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah suster Natalia memohon bantuan seluruh rakyat Indonesia untuk mengawal kasusnya dan menagih keadilan atas hilangnya uang tabungan umat yang mencapai Rp28 miliar tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung