Berita, Nasional

[VIRAL] Syukur Mandar Kritik Koperasi Desa Merah Putih yang Mendadak Jadi Penyalur Bansos

Repelita.net

28 September 2026 21:36 WIB • 93 view

[VIRAL] Syukur Mandar Kritik Koperasi Desa Merah Putih yang Mendadak Jadi Penyalur Bansos
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kebijakan mengenai perubahan fungsi lembaga perekonomian desa mendapat kritik tajam karena dinilai keluar dari esensi pemberdayaan masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan secara terbuka melalui sebuah tayangan video yang diunggah pada kanal YouTube Bang Syukur Mandar pada Senin, 28 September 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan tersebut, narasumber Syukur Mandar menyoroti langkah Koperasi Desa Merah Putih yang mendadak beralih fungsi strategis menjadi penyalur bantuan sosial.

Ia menyatakan keprihatinan mendalam lantaran sejak awal pendirian, badan usaha komunal tersebut ditujukan penuh untuk memperkuat perekonomian di wilayah pedesaan.

Perubahan arah ini dipertanyakan karena dinilai telah menjebol dana dari bank rakyat atau Himbara dalam jumlah yang sangat fantastis mencapai 240 triliun rupiah.

Pihak pemerintah sendiri diketahui telah mengalokasikan anggaran sebesar 40 triliun rupiah yang diperuntukkan guna membayar tumpukan utang-utang tersebut.

Langkah pengalihan status menjadi entitas ritel sekaligus penyalur bantuan sosial dinilai mengaburkan tujuan utama serta komitmen menteri terkait maupun kepala negara.

"Tiba-tiba koperasi Desa Meraputi berubah menjadi penyalur bansos, ini yang buat kita prihatin," ujar Syukur Mandar dalam tayangan YouTube tersebut.

Dirinya juga mempertanyakan mengapa dana dari badan hukum bentukan warga pedesaan justru disalurkan melalui mekanisme ekonomi kapitalis dan bukan kerakyatan.

Rangkaian kebijakan ini dikritik keras dan dinilai sebagai sebuah bentuk kekeliruan dalam tata kelola program pembangunan di tingkat lokal.

Jika tujuan utama memang demi kemandirian warga, modal kerja seharusnya diserahkan langsung ke pengurus koperasi agar mereka memiliki tanggung jawab penuh.

Proyek pembentukan ini juga dianggap amburadul serta memboroskan modal operasional hingga miliaran rupiah di saat banyak unit yang belum beroperasi.

Pemerintah diminta menghentikan proyek tambal sulam dan mengembalikan orientasi lembaga ke tujuan awal untuk memajukan kesejahteraan masyarakat desa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung