Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Sidang Putusan Sela Roy Suryo, Ma'roef Irfhany Desak Jokowi Hadir Bawa Bukti Ijazah UGM

Repelita.net

19 October 2026 11:45 WIB • 323 view

[VIRAL] Sidang Putusan Sela Roy Suryo, Ma'roef Irfhany Desak Jokowi Hadir Bawa Bukti Ijazah UGM
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Jalannya persidangan perkara hukum yang melibatkan Roy Suryo terus menuai berbagai sorotan serta tanggapan mendalam dari kalangan warganet di media sosial.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan situasi di ruang sidang, agenda pembacaan keputusan sela terhadap sang terdakwa tampaknya berpotensi besar menghadapi penolakan dari pihak majelis hakim.

Kondisi tersebut memicu reaksi dari akun @maroef_irfhany yang memberikan pandangan tersendiri mengenai langkah taktis yang bisa diambil guna mempersingkat jalannya perkara.

Melalui sebuah unggahan terbarunya, akun tersebut menyarankan agar mantan Kepala Negara mengambil langkah proaktif dalam menghadiri proses persidangan yang tengah bergulir.

"Terpantau sedang dibacakan putusan sela Roy Suryo, dari uraian selintas, keputusan hampir pasti DITOLAK" tulis akun @maroef_irfhany.

Dirinya menambahkan narasi mengenai opsi kehadiran fisik pihak pelapor demi mempercepat tuntasnya persoalan hukum yang kini sedang menyita perhatian publik.

"Untuk memperpendek perkara inj, belum terlambat, selanjutnya Pak Jokowi bisa minta Hakim untuk dijadwalkan hadir di sidang pada kesempatan pertama" tulis akun @maroef_irfhany.

Akun tersebut menilai bahwa langkah terbaik adalah dengan membawa serta menunjukkan seluruh berkas otentik masa perkuliahan secara langsung di hadapan ruang sidang.

"Jika memang ada, dibawa dan diperlihatkan semua dokumen catatan akademis selama kuliah di UGM" ungkap akun @maroef_irfhany.

Ia berpendapat pembuktian terbuka secara transparan di depan hukum akan menjadi jawaban mutlak yang dapat mengakhiri segala bentuk keraguan pihak luar.

"Jembreng semua di depan Roy, disaksikan Hakim dan Para Jaksa suruh itu barang dilihat dipegang diraba dan diteliti se-liti2nya" tulis akun @maroef_irfhany dalam unggahannya.

Pada akhir pernyataannya, akun tersebut mengilustrasikan sebuah kalimat penegas sekiranya pembuktian dokumen tersebut benar-benar direalisasikan secara nyata.

"Jkw : " puas puas ?" " tulis akun @maroef_irfhany.

Unggahan tulisan tersebut seketika memancing kehadiran tanggapan kritis lain dari pengguna platform digital yang ikut memantau perkembangan kasus.

Salah satunya datang dari akun @baguspajri yang mengaitkan keberanian hadir di persidangan dengan ketersediaan bukti otentik yang dimiliki.

"Kalo si jokwi mau.... pasti hadir di sidang tsb.... sayang dia gak ada bukti fisiknya.... makanya gak berani datang kesidang" tulis akun @baguspajri.

Ia juga sempat memberikan sebuah analogi pembanding dengan menyebutkan figur publik lain yang dianggap memiliki sikap lebih berani.

"Minimal kayak bpk. Asrul Sani ini..." tulis akun @baguspajri.

Di sisi lain, reaksi berwujud kalimat sindiran singkat yang mengarah kepada perangkat persidangan turut dilayangkan oleh pengguna internet lainnya.

"Hakim slundupan" tulis akun @febryan.ditya.

Tidak ketinggalan, analisis mengenai kemungkinan akhir dari skenario persidangan ini turut dipaparkan secara rinci oleh akun @wirnawarni.

" -Roy bebas ga terbukti -pelapor ga dtg utk kesaksian -kasus batal -ijazah ttp ghoib keaslian nya " tulis akun @wirnawarni.

Pernyataan dari akun tersebut langsung mendapatkan respon balik dari sang pembuat unggahan utama yang mencoba menyamakan pola kasus ini dengan perkara hukum populer lain.

"Seperti Kasus Nita mirzani" tulis akun @maroef_irfhany.

Tanggapan bernada pembenaran pun kembali dilayangkan untuk memperkuat argumentasi mengenai contoh kasus yang dinilai serupa tersebut.

"yaa betul, itu contoh yg udh ada" tulis akun @wirnawarni.

Meskipun demikian, sang pemilik akun utama kembali mengingatkan bahwa penanganan perkara ini tidak akan berjalan sesederhana kasus hukum pada umumnya.

"Ga semudah itu, Pak Jokowi Presiden 10 tahun" tulis akun @maroef_irfhany.

Diskusi digital tersebut akhirnya ditutup dengan sebuah spekulasi mengenai potensi adanya langkah pergerakan lanjutan di masa mendatang.

"iya butuh aksi lanjutan, peluang emas nya saat ini...tentakel moeljono sdh di amputasi 1-1" tulis akun @wirnawarni.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung