Berita, Nasional

[VIRAL] Said Didu Sebut Prabowo Terpaksa Pilih Gibran Jadi Cawapres Karena Adanya Gejala Kriminalisasi

Repelita.net

10 October 2026 13:16 WIB • 117 view

[VIRAL] Said Didu Sebut Prabowo Terpaksa Pilih Gibran Jadi Cawapres Karena Adanya Gejala Kriminalisasi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh nasional Muhammad Said Didu melontarkan keraguan mendalam atas klaim pengakuan yang disampaikan oleh mantan kepala negara.

Sikap skeptis ini berkaitan dengan latar belakang penunjukan pendamping kepemimpinan nasional pada pemilihan umum yang lalu.

ADVERTISEMENT

Pernyataan terbuka bernada sanggahan tersebut disampaikan oleh mantan pejabat publik itu melalui ruang digital pada 10 Oktober 2026.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @msaid_didu yang secara eksplisit mempertanyakan kebenaran narasi yang beredar.

Ia merespons unggahan lain yang mengeklaim bahwa sang mantan presiden telah diminta berulang kali agar mengizinkan putranya maju sebagai kandidat.

Menanggapi cerita tersebut, ia melontarkan pertanyaan terbuka kepada para pengikutnya di media sosial, "Percaya cerita dia ?"

Said Didu kemudian membeberkan sudut pandang alternatif mengenai situasi riil di balik dinamika penentuan pasangan kepemimpinan nasional tersebut.

Berdasarkan versinya, ia menjelaskan narasi lain dengan menuliskan, "Saat bertemu Bpk Presiden @prabowo menceritakan bhw pemilihan Gibran sbg pasangan krn sepertinya terpaksa (ada gejala kriminalisasi)."

Ia menuduh ada skenario pemaksaan sistematis yang melibatkan berbagai lembaga tinggi negara untuk memuluskan langkah politik sang cawapres.

Lebih lanjut, ia memaparkan dugaan rangkaian rekayasa aturan tata negara tersebut, "Stlh berhasil “memaksa”, MK dan paman Usman (Ketua MK) bergerak mengubah persyaratan diikuti langkah berikutnya KPU dan Kemendikbud."

Sebelumnya, ruang publik sempat dihebohkan oleh klaim dari pihak oposisi yang menyebut adanya permohonan intensif dari sang capres agar koalisi tidak pecah.

Klaim awal tersebut sebelumnya disuarakan oleh akun @regar_op0sisi yang menceritakan kronologi versi lingkaran dekat mantan presiden.

Dalam unggahannya, netizen tersebut memaparkan informasi sepihak, "Jokowi mengakui 5 kali Prabowo meminta kepadanya, agar membolehkan Gibran menjadi cawapresnya. Alasannya agar koalisi tidak pecah. Jokowi juga mengingatkan kepada Prabowo jika kelak ada masalah, jangan menyalahkan Gibran."

Silang narasi yang tajam ini pun memicu perdebatan sengit dan banjir komentar dari para pengguna internet di platform X.

Seorang pengguna media sosial secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya terhadap klaim pertemuan pribadi yang disampaikan oleh Said Didu.

Keraguan tersebut ditulis oleh akun @Odoi_doi lewat balasan menohok, "Gw malah ga percaya lu ngobrol ama prabowo du 🤣 mau nipu lu ya?"

Sebaliknya, ada pula warganet yang menilai kebenaran dari konspirasi politik tersebut sudah semakin benderang di mata publik.

Dukungan opini itu disampaikan oleh akun @Marvelmaliki2 yang menuliskan respons, "Dah terang benderang gini kok msh gak percaya..apa perlu bung Dasco menghadap om Dudu"

Di sisi lain, netizen meminta agar informasi pembanding dari lingkaran internal partai pengusung utama turut diperiksa keabsahannya.

Imbauan tersebut dilayangkan oleh akun @Tole_igoz melalui argumennya, "Coba tanya pa dasco krn dia juga ngomg spt ini bahwa prabowo yg minta , anda koq jd orang sllu suudzon"

Kritik atas ketidaksinkronan narasi oposisi dengan fakta-fakta yang telah diakui oleh para petinggi partai juga disuarakan oleh publik.

Sindiran tajam tersebut ditulis oleh akun @maspaw72 dengan menyatakan, "Cuma monyet yg gak mau dengeratau puraa2 tuli ttg pengakuan Prabowo maupun Dasco ttg permintan 5x itu yg banyak tersebat."

Sementara itu, kecurigaan mengenai adanya strategi perlindungan politik pasca-pertemuan bilateral antartokoh juga menyeruak di tengah diskusi.

Pendapat tersebut diutarakan oleh akun @EKubang lewat spekulasi tertulisnya, "Sepertinya wowo berusaha melindungi Gibran, setelah pertemuan dengan jokowi.. Ada apa ???"

Warganet lain menganggap sang tokoh oposisi kurang memperbarui informasi terkini yang sudah diakui secara luas oleh elite politik lainnya.

Tanggapan ketus tersebut disampaikan oleh akun @LelakiLugu yang menuliskan pesan singkat, "Pak Didu masa gini aja ga update? Ga sesuai dgn narasimu ya?"

Dorongan untuk mengambil langkah radikal berupa pergantian kepemimpinan secara menyeluruh jika seluruh klaim tersebut terbukti palsu ikut mengemuka.

Saran ekstrem tersebut disuarakan oleh akun @loncin18 melalui kalimat penutup, "Jgn lupa statement dasco ini pak, atau kalau memang Dasco bohong, jkw bohong,....ganti sepaket solusi nya"

Pertarungan klaim antarelite ini terus menggelinding dan memperlihatkan kerumitan serta ketegangan di balik layar pembentukan koalisi pemerintahan saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung