Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Rencana Efisiensi Anggaran Melalui Wacana Penutupan Puskesmas Menuai Kritik Keras dan Reaksi Satir Warganet

Repelita.net

17 October 2026 14:09 WIB • 57 view

[VIRAL] Rencana Efisiensi Anggaran Melalui Wacana Penutupan Puskesmas Menuai Kritik Keras dan Reaksi Satir Warganet
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Wacana penutupan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas demi efisiensi anggaran negara memicu gelombang kritik pedas serta sindiran tajam di media sosial.

ADVERTISEMENT

Kebijakan tersebut dinilai kontradiktif di tengah masifnya pembentukan pos program baru seperti Komando Operasi Desa atau Kopdes serta lembaga Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Gelombang penolakan serta reaksi satir terhadap arah kebijakan kesehatan nasional tersebut diunggah oleh akun @icalbhimaa pada tanggal 16 Oktober 2026.

"Ide yang sangat visioner. Puskesmas ditutup saja, toh bidan dan dokter cuma bikin anggaran bengkak. Dukun beranak lebih hemat, TB cukup diobati jamu, dan HIV tinggal diseduh teh herbal." tulis akun @icalbhimaa.

Pengguna internet tersebut melanjutkan sindirannya dengan menyoroti fungsi pemantauan gizi balita di tingkat rukun tetangga yang dianggap mulai dikesampingkan pemerintah.

"Posyandu pun mubazir, stunting kan sudah lenyap berkat satu program makan. Sekalian saja imunisasi dihapus, biar kader posyandu bisa istirahat." lanjut akun @icalbhimaa.

Unggahan tersebut diakhiri dengan kalimat sarkasme mengenai hilangnya peran krusial para tenaga kesehatan akibat efisiensi anggaran publik secara ekstrem.

"Kalau lancar, kita bisa menghemat satu profesi sekaligus: nakes. Akhirnya ada solusi kesehatan tanpa tenaga kesehatan. Mohon segera direalisasikan." tulis akun @icalbhimaa.

Rangkaian kalimat sindiran tersebut seketika memancing kekhawatiran nyata dari netizen lain mengenai nasib fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi warga kurang mampu.

"Liat berita akhir2 ini bikin pusing kepala, banyak yg ga masuk akal, kopdes dan MBG makin berjamur tapi puskesmas direncanakan tutup untuk efisiensi 😭" keluh akun @astriawatiwirawan.

Ketidakpahaman publik mengenai logika berpikir pemangku kebijakan dalam meningkatkan mutu pelayanan medis masyarakat turut disuarakan oleh warganet.

"peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tapi puskes nya ditutup? Tidak ngerti logika ny kemana" tulis akun @ghaniaagung kebingungan.

Kritik personal yang menyinggung faktor usia serta penurunan fungsi kognitif pemimpin nasional hari ini juga ikut dilayangkan oleh salah satu pengguna.

"Tau kakek di rumah yg kelakuannya aneh2 karena fungsi otaknya menurun? Presiden kita hari ini berusia 75thn" sindir akun @wordstosay111.

Ungkapan kepasrahan yang mendalam atas beratnya beban hidup akibat pergeseran skala prioritas anggaran negara disampaikan oleh warganet lainnya.

"Puskesmas ditutup, MBG dan Kopdes nambah. Kita disuruh meninggal aja memang." tulis akun @lazydolce dengan nada getir.

Kekhawatiran mengenai dialihkannya fungsi rujukan faskes tingkat satu ke lembaga non-medis bentukan baru juga diutarakan secara sinis di kolom komentar.

"Puskesmas sbg faskes 1 ditutup, kalo warganya butuh faskes 1 disuruh minta ke kopdes atau sppg kali ya" tulis akun @chaying92.

Komentar lain menilai bahwa arah pembangunan sosial di bawah kepemimpinan rezim saat ini justru mengalami kemunduran yang sangat jauh ke masa lalu.

"Bener2 di rezim ini, kita berasa mundur 50 tahun ke belakang" keluh akun @mrs_full_time_wanderer kecewa.

Tanggapan penutup dari netizen menduga bahwa dominasi golongan tua dalam struktur pemerintahan menjadi penyebab utama lambatnya perkembangan negara.

"Rezim kalau kebanyakan dipegang boomer ya mundur jadinya" tulis akun @ai_diana_.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung