Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Puluhan Spanduk Penolakan Kuliner Non Halal Terpajang di Sukoharjo, Pemilik Usaha: Saya Berpikir Bijak

Repelita.net

21 April 2026 19:26 WIB • 1,056 view

[VIRAL] Puluhan Spanduk Penolakan Kuliner Non Halal Terpajang di Sukoharjo, Pemilik Usaha: Saya Berpikir Bijak
Foto: Istimewa

Repelita Sukoharjo - Berbagai gelombang aksi penolakan terhadap keberadaan kuliner non halal terus terjadi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Aksi warga tersebut berlangsung secara bertahap dan terorganisir, mulai dari penutupan akses jalan hingga pemasangan puluhan spanduk penolakan.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, warga sempat menutup akses jalan menuju lokasi usaha menggunakan tumpukan pasir sebagai bentuk protes pada tanggal 16 April 2026.

Terbaru, empat hari setelah tumpukan pasir dipasang, puluhan spanduk penolakan terpajang di sepanjang Jalan Setya Dharma, Dukuh Sudimoro, pada Senin (20/4/2026).

Spanduk-spanduk tersebut dipasang oleh warga sebagai bentuk aspirasi atas keberadaan warung makan yang menjual menu mie babi di lingkungan mereka.

Aksi ini menjadi lanjutan dari rangkaian penolakan yang sebelumnya telah disuarakan melalui berbagai cara dan media.

Menanggapi hal tersebut, pemilik usaha Warung Mie Babi Tepi Sawah yang bernama Jodi Sutanto mengaku tidak mempermasalahkan aksi penyampaian pendapat yang dilakukan warga.

Ia menilai bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi di negara yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.

“Kalau pemasangan spanduk memang sudah sejak kemarin. Kami sebagai pemilik tidak masalah, karena setiap orang bebas menyampaikan aspirasi dan pendapat. Itu hak masing-masing sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya pada Senin (20/4/2026).

Meskipun demikian, Jodi berharap aksi penolakan yang dilakukan warga tidak sampai mengganggu operasional usahanya.

Ia terutama khawatir dengan akses masuk menuju lokasi warungnya yang sempat ditutup menggunakan tumpukan pasir.

“Saya juga punya hak untuk membuka usaha. Tidak ada yang berhak menutup usaha saya. Saya tidak mempermasalahkan aksi tersebut, tetapi akses ke tempat saya tolong jangan sampai seperti kemarin,” tegasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tetap menghargai aspirasi warga selama tidak merugikan pihak lain dalam menjalankan usahanya.

Jodi mengaku memilih untuk menyikapi situasi yang terjadi dengan kepala dingin dan penuh kebijaksanaan.

“Silakan kalau mau menyampaikan pendapat atau berorasi, itu hak. Saya berpikir bijak saja,” pungkasnya.

Hingga kini, polemik antara warga dan pemilik usaha kuliner non halal tersebut masih belum menemukan titik temu.

Berbagai aksi penolakan terus bermunculan di tengah masyarakat sementara usaha tetap berjalan di tengah tekanan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung