Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Pernyataan Seskab Teddy Soal Anggaran Bazar Rakyat di Monas: Adalah Pokoknya

Repelita.net

29 March 2026 15:50 WIB • 1,013 view

[VIRAL] Pernyataan Seskab Teddy Soal Anggaran Bazar Rakyat di Monas: Adalah Pokoknya
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pernyataan singkat namun mencolok terkait anggaran untuk kegiatan bazar rakyat yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu (28/3/2026).

Pernyataan Seskab Teddy soal anggaran bazar rakyat di Monas itu langsung menjadi sorotan publik karena dinilai terlalu singkat dan tidak transparan.

ADVERTISEMENT

Awalnya Menteri UMKM Maman Abdurrahman berusaha menjelaskan secara rinci mengenai pos anggaran yang digunakan untuk membiayai pasar murah dan bazar di Monas tersebut.

"Pokoknya ini pos anggarannya ada," kata Maman Abdurrahman saat mulai memaparkan sumber pendanaan acara yang melibatkan ratusan pedagang kecil itu.

Namun sebelum Maman menyelesaikan kalimatnya, Seskab Teddy langsung memotong dan mengambil alih pembicaraan dengan pernyataan yang sangat ringkas.

"Pokoknya adalah," ujar Teddy Indra Wijaya dengan tegas, seolah menutup diskusi mengenai rincian anggaran yang sedang dijelaskan oleh menteri UMKM.

Pernyataan Seskab Teddy soal anggaran bazar rakyat di Monas yang hanya berbunyi "pokoknya adalah" itu kemudian viral dan menuai kritik dari berbagai kalangan.

Masyarakat mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran negara untuk kegiatan bazar yang membagikan kupon belanja senilai Rp500 ribu per orang tersebut.

Dalam acara yang sama, Teddy menjelaskan bahwa mekanisme bazar melibatkan pedagang dari Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, dan berbagai pasar lainnya se-Jabodetabek.

"Kami beli barangnya, kemudian masyarakat yang datang gratis diberikan kupon, lalu mereka menukarkan kupon itu," kata Teddy menjelaskan skema acara.

Sementara itu Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku usaha kecil pasca Lebaran.

"Ini impact ekonominya, mereka bisa menghabiskan stok yang masih ada dan memutar modal untuk stok baru," tutur Maman. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung