Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Netizen X Sebut Pembekuan Dapur MBG Hendrik Irawan Hanya Drama, Publik Pertanyakan Ketegasan BGN terhadap Mitra Kontroversial

Repelita.net

07 June 2026 22:16 WIB • 1,119 view

[VIRAL] Netizen X Sebut Pembekuan Dapur MBG Hendrik Irawan Hanya Drama, Publik Pertanyakan Ketegasan BGN terhadap Mitra Kontroversial
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Gelombang reaksi negatif dari kalangan warganet di platform digital X kian memuncak menyusul kabar mengenai keberadaan pengelola unit pemenuhan gizi berinisial HI yang disinyalir masih aktif beroperasi.

Masyarakat mengekspresikan ketidakpuasan mereka melalui kolom interaksi siber setelah beredarnya informasi bahwa penonaktifan izin usaha tempo hari diduga sekadar siasat penenang opini publik.

ADVERTISEMENT

Respons kritis pertama dilontarkan oleh pengguna platform digital melalui akun @L4t3N1t3L4tt3 pada tanggal posting 5 Jun 2026 yang menyoroti perihal kepemilikan legalitas operasional dari figur kontroversial tersebut.

"dia punya ijin untuk 7 titik 😂" tulis @L4t3N1t3L4tt3.

Kekecewaan publik juga dikaitkan dengan ketimpangan kesejahteraan aparatur pendidik di tanah air sebagaimana disampaikan akun @penduduk_lokal_ pada tanggal posting 6 Jun 2026.

"Beliau sedang menari nari diatas penderitaan guru. Ucapkan terima kasih kepada politik anggaran yang menindas guru, sehingga memunculkan orang seperti beliau ini 🔥" tulis @penduduk_lokal_.

Sentimen ketidakpercayaan terhadap penegakan hukum dan fungsi pengawasan otoritas birokrasi disuarakan secara lantang oleh akun @SudewoKTT dengan waktu unggahan 11 jam lalu dari momen pelaporan.

"Udh paling jelas Hukum di Indonesia ini adalah Vigilant, kita gunakan main hakim sendiri.. Tidak ada keadilan utk si kecil dan si lemah, Pemerintah yg seharusnya pengayom rakyat berubag menjadi penindas! Stop skg rezim ini! Pecat dan hukum APH yg korup 2x lipat hukum yg berlaku!" tulis @SudewoKTT.

Meskipun mayoritas menyudutkan, terdapat pula pandangan objektif yang menilai permasalahan ini sebatas komparasi kepatutan moral, seperti ditulis akun @actnow39 dengan waktu unggahan 3 jam lalu.

"Kesalahan dia kan juga tidak jelas, hanya secara etis yg kurang" tulis @actnow39.

Penilaian bernada satir mengenai posisi strategis pengusaha mitra jajaran birokrasi pangan itu disampaikan oleh akun @icikiwir_1313 dengan waktu unggahan 15 jam lalu.

"Mereka itu aset tads mana mungkin dibuang" tulis @icikiwir_1313.

Kritik tajam seputar disparitas alokasi dana operasional porsi makanan siswa berbanding keuntungan mitra pengelola disoroti akun @AlexDelpiero00 dengan waktu unggahan 5 jam lalu.

"Para penerima manfaat sebenarnya dari program MBG ya orang-orang ini. Siswa mah cuma dapat makanan total Rp10.000, terlalu jomplang dengan insentif yang diterima pemilik SPPG" tulis @AlexDelpiero00.

Fakta mengenai kepemilikan jaringan fasilitas pengolahan makanan lain yang tersebar di wilayah berbeda diungkap oleh akun @febridpk pada tanggal posting 6 Jun 2026.

"Ya cuma 1 dapur yang di tutup, kan punya beberapa dapur" tulis @febridpk.

Asumsi miring seputar adanya aliran dana terselubung ke lini atas birokrasi sehingga posisi rekanan dinilai kebal hukum dicuitkan akun @dandyez pada tanggal posting 5 Jun 2026.

"ndak akan dikeluarkan modelan gini ustadz, setoran ke atasnya lancar n padat pastinya jdi ya kemarin teguran n disetop itu cuman drama supaya rakyat tenang dulu." tulis @dandyez.

Kemarahan publik atas karut-marut tata kelola program sosial kenegaraan juga digambarkan secara eksplisit oleh akun @romanov40784 pada tanggal posting 6 Jun 2026.

"Manusia 4nj1ng ini mah, negara apa ini sebenarnya" tulis @romanov40784.

Usulan radikal untuk menghentikan proyek nasional tersebut demi meminimalkan muatan politis disampaikan oleh akun @SyabanAlArif pada tanggal posting 6 Jun 2026.

"Bubarkan ja lah mbg, modus mengambil suara buat pemilu mendatang itu palingan. Harusnya dapur mbg ya di sekolah2" tulis @SyabanAlArif.

Kekhawatiran mengenai meluasnya pusaran perkara hukum pidana korupsi ke lini pengusaha penyuplai disuarakan akun @AbinyaNadya pada tanggal posting 6 Jun 2026.

"Kalau yg disuap sudah ditangkap, giliran berikutnya ya penyuapnya.. SPPG" tulis @AbinyaNadya.

Dugaan mengenai keterlibatan relasi patronase politik masa lalu dalam struktur jajaran pimpinan agensi pangan dipertanyakan akun @roesmans1 dengan waktu unggahan 3 jam lalu.

"Kabarnya jajaran ketua bgn ditunjuk oleh Mantan yaa...? Ada gak setorannya kemantan yaa?" tulis @roesmans1.

Rasa skeptis masyarakat terhadap sanksi hukum di tengah konstelasi kekuasaan saat ini ditutup oleh komentar akun @FirmanXperia pada tanggal posting 6 Jun 2026.

"Yg penting berpenyakit dan g pny rasa malu. Yg dekat dgn omon2 udh pasti aman tad... Mereka hanya drakor aja di keluarkan dari mbg, kena tangkap kpk. Mereka g mau ARB dan PKS berkuasa why?, karna bisa ke bongkar kebusukan banteng, mulyono dn omon2 beserta para money laundry." tulis @FirmanXperia. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung