Repelita Jakarta - Narasi sindiran yang beredar di media sosial mengajak masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan elite dengan kalimat Wahai rakyat jelantah, mari kita tonton sebuah pertunjukan kelas Elite.
Narasi tersebut mengklaim bahwa setelah menggelar pesta mewah di Hotel Four Seasons Paris dengan biaya sewa mencapai Rp200 juta per malam, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali ke Indonesia dan langsung disambut deretan karangan bunga yang memenuhi kantornya.
ADVERTISEMENT
Unggahan itu menyebut mayoritas karangan bunga berasal dari para pengembang besar kawasan Pantai Indah Kapuk 2 atau PIK-2.
Fenomena ini dinilai bukan sekadar ucapan selamat ulang tahun melainkan perayaan perkawinan antara pemegang kekuasaan dan pemegang modal.
Sementara masyarakat awam pusing memikirkan harga kebutuhan pokok dan cicilan yang semakin memberatkan, para elite justru sibuk bertukar pesan lewat proyek-proyek raksasa.
Publik hanya dianggap sebagai angka, penyokong pajak, serta penonton setia dalam panggung kekuasaan yang digelar elite tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Sekretariat Kabinet maupun pihak terkait mengenai kebenaran klaim yang beredar di media sosial tersebut.
Editor: 91224 R-ID Elok
Oligarki kenalnya cuma pejabat2 penting yang masih memegang kekuasaan,mereka menginjak injak,merampas Hak milik rakyat,oligarki rata2 tak punya hati EGP,EGP buat rakyat.
— kiagengwalipitu (@kiwalipitu) April 16, 2026
Wahai rakyat jelata, mari kita tonton sebuah pertunjukan kelas elite..
— K.Wijono (@KWijono) April 16, 2026
Selesai pesta mewah di Four Seasons Paris, Pak Seskab pulang ke tanah air langsung disambut 'hutan' karangan bunga di kantornya.
Dan tebak, isinya mayoritas dari pengembang kakap PIK-2.
Ini bukan sekadar… pic.twitter.com/i44IfB3jut