Repelita [Pati] - Aksi pendudukan gedung DPRD Pati oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jawa Tengah masih menjadi perbincangan hangat publik.
Massa aksi demonstrasi berhasil menguasai ruang sidang utama dan menduduki kursi Ketua DPRD Pati sebagai bentuk protes atas tindakan sewenang-wenang.
ADVERTISEMENT
Salah satu demonstran, Muhammad Burhanuddin dari AMPB, tampak santai menduduki kursi kepemimpinan dewan dalam aksi tersebut.
"Iki Omahku, Tak Kandani Kowe!" seru pengunjuk rasa saat menguasai ruangan sidang wakil rakyat tersebut.
Pengamat komunikasi politik Universitas Negeri Surabaya, Agus Machfud Fauzi, menilai aksi ini merupakan peringatan keras bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Menurutnya, pihak pemerintah tidak boleh hanya bersikap responsif ketika gelombang aksi massa sudah terlanjur membesar di lapangan.
Sementara itu, Pakar Psikologi Sosial Universitas Airlangga, Prof Suryanto, menyebut pendudukan gedung dewan ini dipicu oleh akumulasi rasa kecewa.
Langkah massa menguasai kursi dewan dinilai berkaitan erat dengan penolakan terhadap akumulasi ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.
Suryanto menjelaskan bahwa fenomena ini dalam teks psikologi sosial dikenal sebagai perceived injustice atau persepsi ketidakadilan.
Kondisi tersebut muncul saat masyarakat merasa dikecewakan secara terus-menerus oleh para pejabat publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads