Berita, Nasional

[VIRAL] Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Meledak di Medsos, Bahlil Dinilai Kuasai Political Branding Anak Muda

Repelita.net

01 June 2026 22:48 WIB • 793 view

[VIRAL] Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Meledak di Medsos, Bahlil Dinilai Kuasai Political Branding Anak Muda
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Popularitas Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, terus meroket seiring dengan viralnya lagu Mas Bahlil Ganteng di berbagai platform media sosial.

Lagu tersebut kini mendominasi ruang digital seperti Instagram, TikTok, hingga Facebook melalui berbagai konten kreatif warganet maupun promosi produk usaha kecil.

ADVERTISEMENT

Tokoh muda Partai Golkar, Aisah Hamim, memandang fenomena ini sebagai momentum positif bagi citra Bahlil serta partai yang dipimpinnya.

Menurut saya beliau adalah pribadi yang unik, ramah, punya gaya yang asik.

Semua orang tau bahwa Kanda Bahlil selalu mempunyai gaya tersendiri, gaya yang ramah dan panggilan yang akrab yg biasa digunakan di kalangan HMI dan HIPMI yang seringkali memanggil dinda kepada juniornya, dan panggilan kanda untuk seniornya, ujar Aisah, Senin, 1 Juni 2026.

Aisah menilai kemampuan komunikasi jenaka Bahlil membuat lagu tersebut lebih mudah diterima oleh masyarakat luas dari berbagai latar belakang.

Gaya komunikasi yang luwes ini sangat baik digunakan agar suasana tampak akrab dan dekat secara emosional.

Tidak semua pemimpin mempunyai karakter dan gaya seperti ini.

Dan gaya ini perlu ditiru oleh tokoh lainnya agar komunikasi politik bisa lebih cair dan menggembirakan, tuturnya.

Ia menambahkan, sapaan khas Kanda-Dinda kini telah menjadi tren komunikasi yang lazim digunakan tidak hanya di lingkungan organisasi, tetapi juga di kalangan umum.

Kanda Bahlil tetap tampil santai dengan gaya dan senyumannya yang khas bikin nambah manis senyuman Kanda Bahlil, persis seperti kata lagunya Buah apa yang paling manis, Buaaahlil, tambahnya.

Aisah pun menganalisis bahwa viralnya lagu ini merupakan strategi pemasaran politik efektif menjelang kontestasi tahun 2029.

Kalau dilihat dari ilmu political marketing dan political communication, fenomena lagu MBG yang viral itu bisa dikaitkan dengan beberapa teori sekaligus.

Pertama adalah Political Branding dalam bidang Political Marketing.

Intinya, tokoh atau partai dibangun seperti sebuah merek (brand).

Nama yang sering muncul, mudah diingat, dekat dengan budaya populer, akan lebih melekat di pikiran publik, jelasnya.

Selain itu, ia menyinggung teori politik meme serta pendekatan politik emosional yang menciptakan kedekatan ikatan batin dengan audiens.

Kalau dikaitkan dengan Partai Golongan Karya dan Bahlil Lahadalia, secara teori memang ada kemungkinan terjadi brand amplification (penguatan merek politik).

Nama tokoh menjadi lebih dikenal, tingkat awareness meningkat, dan citra "dekat dengan anak muda" bisa terbentuk tanpa biaya kampanye konvensional yang besar, tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung